Unduh Aplikasi

Pertemuan ALA di Medan Dikritik, Terlihat Seperti Pengecut! 

Pertemuan ALA di Medan Dikritik, Terlihat Seperti Pengecut! 
Terlihat dari kiri ke kanan ada Pak Armen Desky (mantan Bupati Agara), Dr. Rahmat Salam (KP3 ALA Pusat), Muhammad Amru (Bupati Gayo Lues), Syarkawi (Bupati Bener Meriah), Fidaus SKM (Wakil Bupati Aceh Tengah). Foto: Ist

BENER MERIAH - Kegiatan rapat koordinasi pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara yang digelar di Hotel Garuda Medan (11 Oktober 2020) menuai kritikan. 

Waladan Yoga seorang Pemuda ALA menjelaskan pola perjuangan pembentukan Provinsi ALA terus mengulangi kesalahan yang sama dan terkesan berada dalam barisan pengecut dalam memperjuangkan Provinsi ALA ini. 

"Saya pribadi sangat menyayangkan pertemuan harus digelar di Medan dan polanya sudah hampir bisa saya tebak dengan mengulangi kesalahan yang sama, ini tidak baik untuk memperjuangkan sebuah provinsi ALA. Kesannya kemudian kita berada dalam barisan pengecut," terang Waladan Yoga. 

"Bahwa kemudian kita sangat bersepakat untuk memperjuangkan Provinsi ini terwujud, tapi jangan membangun gerakan dengan gerakan eksklusif," Kata Waladan Yoga. 

Waladan kepada AJNN mengatakan beberapa pihak yang diketahuinya hadir antara lain ada Armen Desky (mantan Bupati Agara), Dr. Rahmat Salam (KP3 ALA Pusat), Muhammad Amru (Bupati Gayo Lues), Syarkawi (Bupati Bener Meriah), Fidaus SKM (Wakil Bupati Aceh Tengah).

Kalau begini terus cara berjuangnya, tidak akan dapat mengimbangi gerakan politik yang dilakukan oleh Pemerintahan Aceh, disatu sisi gerakan harus dilakukan semassif mungkin tapi disisi lain pola gerakan terus melakukan kesalahan yang sama. 

Maka sebaiknya, pergerakan pembentukan provinsi ini harus disusun ulang, melibatkan banyak stakeholder dan merumuskan jalannya. Sebaiknya acara acara seperti bagusnya digelar di Banda Aceh misalnya. 

"Kalau terus terusan setiap kegiatan ALA digelar di Kota Medan, nanti kesannya kita minta mekar dari SUMUT dan kesannya sangat tidak baik sekalisekali dan kita juga sayangkan konsolidasi yang digelar hari ini tidak sempurna," katanya. 

Tapi patut diapresiasi langkah langkah awal ini, untuk kedepan perlua evaluasi menyeluruh, seperti harus ada penyegaran KP3 ALA dibeberapa Kabupaten/Kota agar pola perjuangan ini berjalan selaras.

Komentar

Loading...