Unduh Aplikasi

Pertaruhan Besar Partai Demokrat

Pertaruhan Besar Partai Demokrat
ilustrasi
YANG membedakan Partai Demokrat dengan partai-partai lain di negeri ini adalah komitmen. Sejak awal berdiri, ketua dewan pembina partai berlambang bintang segi tiga, Susilo Bambang Yudhoyono, tak ragu untuk menindak dan mendepak kader-kader potensial namun memiliki rekam jejak korupsi.

Sejumlah politikus partai ini memang pernah terganjal kasus korupsi. Sebut saja Andi Malarangeng, Nazaruddin, Anjelina Sondakh, hingga sang ketua umum saat itu: Anas Urbaningrum. Padahal jika SBY mau, dengan kekuasaan sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia, dia akan dengan mudah meminta kasus ini dihentikan.

Namun ini urusan komitmen. Dan kini, komitmen antikorupsi Partai Demokrat kembali diuji. Ujian itu berlangsung pada Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017. Partai Demokrat memilih untuk mengusung Irwandi Yusuf, politikus Partai Nasional Aceh, untuk maju sebagai kandidat.

Sebagai bekas Gubernur Aceh, Partai Demokrat jelas memperhitungkan kapasitas Irwandi. Bahkan jika Partai Demokrat tidak mendapat jatah wakil gubernur sekalipun, memilih Irwandi adalah hal logis karena dalam sejumlah survei partai politik, nama Irwandi menjadi sosok terpopuler, bahkan mengalahkan elektabilitas Ketua Partai Aceh Muzakir Manaf.

Namun dari ruang sidang pengadilan tindak pidana korupsi yang melibatkan Ruslan Abdul Gani, bekas  Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang, sebagai pesakitan, nama Irwandi disebut-sebut dalam dakwaan.

Irwandi diduga turut menikmati uang sebesar Rp 14 miliar. Uang sebesar itu diterima secara bertahap. Total kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 116 miliar.

Tuduhan seserius itu semua tertuang dalam dakwaan jaksa. Namun bagi Partai Demokrat, ini adalah sebuah ujian besar sebelum menentukan sikap pada Pilkada 2017. Irwandi memang belum terbukti bersalah. Bahkan dia belum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka walau sekali.

Dengan tetap mempertahankan Irwandi sebagai pilihan, komitmen dan cita sebagai partai antikorupsi, yang sejak awal dibangun dengan mengorbankan banyak kader, bakal sia-sia.

Komentar

Loading...