Unduh Aplikasi

Pertamina: Pengawasan Gas 3 Kg Tugas Pemerintah

Pertamina: Pengawasan Gas 3 Kg Tugas Pemerintah
Marketing Branch Manager Pertamina Aceh, Gunawan Wibisono. Foto: Fauzul Husni

BANDA ACEH - Marketing Branch Manager Pertamina Aceh, Gunawan Wibisono, mengungkapkan selama ini pihaknya hanya mendistribusikan gas 3 kg ke pangkalan. Namun kejadian di lapangan, banyak pengecer juga ikut menjual gas 3 kg tersebut dengan harga lebih tinggi seperti yang sudah ditetapkan oleh pertamina.

"Ini masalah yang sedang kami perbaiki bersama, ada oknum pangkalan yang menjual ke pengecer. Karena harga yang sudah kami tetapkan yakni mulai dari Rp 16 ribu, Rp 18 ribu, dan Rp 20 ribu, bahkan harga itu sudah disetujui pemerintah," kata Gunawan Wibisono, Selasa (20/12).

Dirinya menjelaskan apabila ada temuan penjual gas elpiji eceran, itu bukan menjadi kewenangan pertamina. Pasalnya batas distribusi pertamina hanya sampai ke pangkalan saja. Sehingga yang mengawasi adanya penjual elpiji eceran adalah pemerintah melalui dinas terkait.

"Adanya penjual gas elpiji eceran karena ada oknum pangkalan yang bermain. Tugas pemerintah yang harus mengawasi adanya elpiji eceran," ujarnya.

Selain itu, dirinya mengungkapkan setiap pangkalan penjual gas elpiji diangkat atas sepengatahuan dari agen dan pihak pemda setempat, karena kalau tidak ada rekomendasi itu, makan izin untuk membuka pangkalan tidak akan keluar.

"Makanya pengawasan itu sudah menjadi kewenangan pemda setempat melalui dinas terkait. Memang butuh kerjasama yang baik antara pemerintah dan pertamina untuk mengawasi distribusi elpiji. Yang pasti yang berhak menikmati gas 3 kg itu selama ini sudah tercatat di setiap pangkalan. Ada daftarnya, kalau ada yang nakal, itu oknum," jelasnya.

Untuk menghindari adanya oknum pangkalan yang menjual ke pengecer, kata Gunawas, pihaknya sudah membuat kartu langganan, dengan tujuan agar semua pembeli di pangkalan terdata dengan baik. Selain itu melarang menjual lebih dua tabung untuk satu orang. Karena apabila menjual lebih dari dua tabung juga akan menjadi bahan bagi mereka untuk menjual kembali di eceran.

"Kami juga sudah memberikan sangsi tegas kepada setiap pangkalan yang menjual kepada pengecer, misalnya pengurangan alokasi, sampai dengan pemutusan hubungan usaha," ujarnya.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...