Unduh Aplikasi

Pertamina Pangkas Belanja  Rp84 Triliun, Selama Ini Sangat Boros?

Pertamina Pangkas Belanja  Rp84 Triliun, Selama Ini Sangat Boros?
Salamuddin Daeng. Foto: IST.

Oleh: Salamuddin Daeng

Pertamina (Persero) menargetkan laba bersih pada 2021 naik dua kali lipat menjadi US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per US$) dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun pada 2020. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati kepada CNBC Indonesia, Kamis (04/02).

Sepanjang 2020 pertamina menambah global bond senilai USD 2,95 miliar atau setara dengan Rp. 42 triliun lebih.

Menurut Dirut pertamina yang baru, sepanjang 2019 pertamina menambah global bond USD 1,5 miliar, sebelumnya akhir 2018 USD 750 juta yang disinyalir untuk membeli blok Rokan. Jadi selama 2018-2019 Pertamina menambah global bond USD 2,25 miliar atau Rp. 32,6 triliun, setelah cukup lama istirahat membuat global bond. Tampaknya sekarang haus dengan global bond. 

Sebagai catatan Pertamina berencana menarik global bond hingga USD 20 miliar untuk membayar utang dan membiayai operasuonal perusahaan.

Pertamina sekarang tengah membangun prioritas yang baru, entah apa? Namun ada penghematan belanja modal dan belanja lain-lain hingga USD 6 miliar. Ini adalah keanehan ditengah besarnya kebutuhan belanja menyambut peralihan blok rokan. 

Penghematan belanja memang membawa konsekuensi pada keuntungan dalam catatan laporan keuangan yang belum dipublikasikan. Namun pengurangan belanja lebih dari Rp 80 triliun ini akan membawa konsekuensi pada memburuknya sisi pemeliharaan aset-aset perusahaan. 

Pihak pertamina tentu diharapkan dapat menjelaskan secara lengkap mengenai konsekuensi mereka memotong pengeluaran. Ini dapat dikaitkan dengan berbagai peristiwa kecelakaan kerja, kebakaran kilang balikpapan, meledaknya kilang balongan dan bocornya kembali ONWJ yang mencemari pantai kepulauan seribu dan karawang. 

Pengurangan belanja jika  mengakibatkan kecelakaan pada perusahaan tentu harus mendapatkan pemeriksaan secara hukum, karena berbagai peristiwa tersebut telah merenggut korban jiwa harta benda milik masyarakat, kerugian material dan immaterial perusahaan. Hal ini telah memperburuk citra BUMN terbesar di tanah air ini di mata publik nasional dan internasional. 

Sebagai catatan jika Pertamina dapat menghemat Rp 84 triliun dalam setahun, maka publik akan memahami Pertamina selama ini sangatlah amat boros.

Penulis adalah Peneliti pada Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI)

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...