Unduh Aplikasi

Pertamina Klaim Pasokan BBM Bio Solar Bersubsidi di Aceh Melebihi Kuota

Pertamina Klaim Pasokan BBM Bio Solar Bersubsidi di Aceh Melebihi Kuota
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - PT Pertamina mengklaim penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) Bio Solar bersubsidi untuk Aceh khususnya Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara jumlahnya sudah melebihi kuota yang ditetapkan oleh BPH Migas.

Unit Maneger Comunication dan CRS Pertamina MOR I M. Roby Hervindo menyebutkan padahal sesuai amanat APBN penyaluran BBM Biosolar bersubsidi semestinya sesuai kuota yang ditetapkan.

"Untuk Aceh BBM jenis Bio Solar bersubsidi disalurkan Pertamina sebesar 247 ribu kilo liter. Jumlah tersebut sudah melebihi kuota yang ditetapkan BPH Migas," kata M. Roby Hervindo kepada AJNN, Jumat (11/10).

Pertamina juga membantah terkait informasi masyarakat tentang kelangkaan BBM jenis tersebut di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beberapa daerah khususnya Lhokseumawe dan Aceh Utara dalam beberapa pekan terakhir ini.

"Jadi menurut hemat kami kelangkaan BBM Bio Solar di Lhokseumawe dan Aceh Utara tidak benar. Karena kuota penyaluran dari Pertamina sudah melebihi kuota," ujar Roby Hervindo.

Menurut Roby Hervindo barisan antrian panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Aceh dalam beberapa pekan ini, salah satunya disebabkan oleh informasi pemberitaan media tentang kemunduran jadwal pasokan BBM ke Aceh.

"Kondisi ini salah satu faktor penyebab terjadinya antrian panjang di sejumlah SPBU. Masyarakat panik ketika dikabarkan media kalau kapal pasokan BBM mundur dari jadwal," urainya.

Dirinya tidak menampik bila beberapa waktu lalu pihak Pertamina terpaksa menunda suplai pasokan BBM ke Aceh. Hal tersebut karena disebabkan faktor gangguan cuaca buruk.

"Faktor cuaca sesuatu yang tidak bisa di prediksi. Benar, jadwal pasokan sempat bergeser karena faktor cuaca, harusnya 9 Okteber mundur 11 Oktober," jelas Roby.

Namun hal tersebut sudah diantisipasi dengan meningkatkan ketahanan stok di TBBM Lhokseumawe. Sehingga meski kapal mundur dari jadwal, namun stok di TBBM cukup memenuhi kebutuhan masyarakat 8 sampai 10 hari kedepan.

Ironisnya mendengar informasi jadwal mundur, masyarakat panik takut tidak kebagian BBM. Alhasil, sebut Roby Hervindo, masyarakat langsung berduyun-duyun membeli BBM dalam jumlah banyak untuk di simpan. Terjadilah efek domino.

Untuk itu, Pertamina menyampaikan agar masyarakat untuk tidak panik dengan informasi kelangkaan BBM. Pertamina sudah mengantisipasi untuk memastikan kelancaran penyaluran. Misalnya dengan meningkatkan stok di TBBM di masa-masa cuaca buruk.

Selain itu, menurut Roby Hervindo Pertamina juga sudah mempersiapkan mekanisme alih suplai yakni melakukan pengiriman pasokan dari alternatif sumber lain.

"Mekanisme alih suplai kami lakukan untuk menjamin pasokan kebutuhan BBM tidak terganggu," jelasnya. 

Komentar

Loading...