Unduh Aplikasi

Persoalan Damkar Pijay, Dari Armada hingga Honor Petugas

Persoalan Damkar Pijay, Dari Armada hingga Honor Petugas
Warga memadamkan api saat kebakaran ruko di Gampong Pulo Puep, Kecamatan Bandar Bru, Pidie Jaya, Jumat 21 April 2017. Foto: Dokumen AJNN

PIDIE JAYA - Setiap kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, khusus di Kecamatan Bandar Baru, menuai kritik terhadap pelayanan Pemadam kebakaran (Damkar) kabupaten tersebut.

Teranyar, kebakaran yang menghanguskan dua unit rumah di Gampong Siren, Kecamatan Bandar Baru, Selasa (12/1). Bahkan akibat kebakaran itu, salah seorang anggota DPRK Pidie Jaya, T Guntara meminta Pemkab setempat untuk mengevaluasi, mulai dari petugas hingga armada damkar.

Terlepas dari semua itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya yang baru beberapa hari mengambil alih tanggung jawab damkar yang sebelumnya dibawah kendali Satpol PP setempat, akan segera melakukan evaluasi.

"Damkar baru 12 hari (mulai tahun 2021) dibawah tanggung jawab BPBD. Dan kami akan melakukan evaluasi agar kejadian seperti tadi malam tidak terulang lagi," kata Plt Kepala BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa kepada AJNN via seluler, Rabu (13/1).

Okta menyebutkan, saat ini armada Damkar Pidie Jaya yang ada hanya empat unit, satu diantaranya armada angkut, tiga lainnya armada semprot.

Ketiga armada semprot itu ditempatkan di tiga pos damkar, yakni Pos Kecamatan Bandar Dua, Pos Kecamatan Meureudu (pos kabupaten), dan Pos Kecamatan Bandar Baru.

Armada yang ditempatkan di Pos Kecamatan Bandar Baru ini menjadi sorotan T Guntara, ia menilai, mobil pemadam kebakaran yang ditempatkan di pos kecamatan paling barat Pidie Jaya itu tidak layak lagi beroperasi.

Baca: Dewan Minta Damkar Pidie Jaya Dievaluasi

Namun, Okta mengatakan, armada di Kecamatan Bandar Baru itu masih layak beroperasi, hanya saja, armada itu butuh perbaikan menyeluruh untuk dapat dioptimalkan.

"Armada yang ada tiga armada semprot, satu armada angkut. Kalau dibilang kurang, ya kurang, tetapi kami harus bisa memaksimalkan apa yang ada. Armada di Bandar Baru sebetulnya masih layak dipakai, cuma perlu perbaikan berat untuk dapat dioptimalkan," jelasnya.

"Hal ini juga akan menjadi evaluasi kami, kami akan sampaikan ke pimpinan dan dewan," tambah Okta.

Terkait petugas pemadam kebakaran, sambung Okta, saat ini terdapat 36 petuga damkar yang tersebar di tiga pos. Ke 36 petugas tersebut selalu standbay di pos dengan cara pembagian piket.

"Petugasnya ada 36 personil, perlengkapan personil juga lengkap, petugas akan memakai perlengkapan sesuai kondisi lapangan. Dan perlu saya luruskan juga, tadi malam waktu kebakaran di Gampong Siren, petugasnya bukan tidak stanbay di pos, hanya saja waktu itu petugas sedang keluar untuk membeli nasi. Tapi harus diakui juga, pos damkar tidak boleh tidak ada petugas," imbuhnya.

Sementara pendapatan atau honor petugas damkar Pidie Jaya, sangat miris. Okta menyebutkan, honor petugas damkar di kabupaten tersebut jauh dari kata layak dibandingkan beban kerja yang dipikul.

"Honor yang diterima petugas damkar Pidie Jaya, sangat-sangat dibawah standar UMR, dengan beban kerja sangat tidak sesuai . Tetapi kembali lagi pada ketersedian anggaran, apa yang ada harus dimaksimalkan," ujarnya.

"Itu (honor tidak layak) tidak boleh menjadi alasan bagi petugas damkar. Karena saat masuk sebagai petugas damkar harus sudah siap dengan upah walaupun dibawah kata layak. Kalau memang tidak siap, kami akan mengevaluasi dan menganti dengan petugas yang baru. Dan semua ini akan menjadi bahan evaluasi saya, karena ini (damkar) baru serah terima dari Satpol PP, baru 12 hari," tutup Okta yang berjanji akan berusaha memperbaiki pelayanan Damkar Pidie Jaya.

Komentar

Loading...