Unduh Aplikasi

Pernyataan Adi Laweung Bisa Timbulkan Konflik Baru

Pernyataan Adi Laweung Bisa Timbulkan Konflik Baru
Kepala Divisi Pemantau Pemilu GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung. Foto: Fauzul Husni

BANDA ACEH – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menilai pernyataan Juru Bicara Partai Aceh Suadi Sulaiman ketika berkampanye di Kota Sabang bisa menimbulkan konflik baru di Aceh. Pasalnya cara-cara memprovokasi orang lain untuk membenci kandidat lain merupakan sesuatu yang tidak layak untuk di contoh.

Baca: Jubir Partai Aceh Sebut Irwandi dan Zaini Abdullah Laknat bagi Aceh

Kepala Divisi Pemantau Pemilu GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung mengatakan dalam berdemokrasi yang bagus, pondasi-pondasi yang dibangun adalah dengan cara-cara santun, elegan dan dengan menyampaikan program-program yang masuk akal. Bukan menjual sesuatu yang bisa membuat Aceh kembali menjadi daerah mencekam.

“Bahasa-bahasa Jubi PA bisa mengembalikan Aceh ke konflik baru, cara-cara memprovokasi orang lain dengan tujuan menyudutkan kandidat lain agar dibenci publik itu tidak etis,” kata Hayatuddin Tanjung kepada AJNN, Selasa (15/11).

Baca: Tebar Ujaran Kebencian, Adi Laweung Diusul Copot

Menurutnya, pernyataan Adi Laweung--sapaan Suadi Sulaiman--merupakan satu contoh tidak mempunyai etika dan rasa santun dalam politik. Dan ini bisa menunjukkan kelemahan dalam orientasi politik yang pernah diagung-agungkan oleh Partai Aceh.

“Padahal Partai Aceh sudah mengajarkan cara berpolitik santun, bisa dicontohkan dalam beberapa pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh beberapa tim sukses PA seperti Kausar dan beberapa tim sukses lainya, cukup santun dalam menyahuti politik terjadi di Aceh. Bukan sebagaimana yang dilakukan oleh Adi Laweung,” ujarnya.

Baca: Tim Hukum AZAN akan Lapor Adi Laweung ke Panwaslih dan Polda Aceh

Sebenarnya, kata Hayatuddin, publik berharap PA itu tampil pada Pilkada 2017 dengan konsep yang berbeda, menjual visi misi, berdebat dengan visi misi, bukan dengan cara menyebutkan kandidat lain yang tidak-tidak.

“Itu yang diharapkan publik, PA sebenarnya bisa memberikan contoh politik yang santun kepada publik, apalagi hampir setengah anggota DPRA itu berasal dari PA,” jelasnya.

Komentar

Loading...