Unduh Aplikasi

Pernah Tersandung Korupsi, Abdullah Puteh Minta Dimaafkan

Pernah Tersandung Korupsi, Abdullah Puteh Minta Dimaafkan
Abdullah Puteh ketika menyerahkan syarat dukungan KTP ke KIP Aceh. Foto: Hendra Keumala
BANDA ACEH - Bakal Calon Gubernur Aceh pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017, Abdullah Puteh meminta kepada masyarakat Aceh untuk memaafkannya karena pernah terlibat tindak pidana korupsi saat menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2000-2004 lalu.

Abdullah Puteh yang naik melalui jalur perorangan itu mengatakan dirinya sudah menjalani hukuman penjara sesuai dengan yang diputuskan oleh hakim yakni berakhir pada tahun 2014. Namun karena syarat-syarat mencalonkan diri menjadi kepala daerah bagi bekas narapidana yang diatur dalam Undang-undang Pemerintah Aceh harus melewati lima tahun setelah dipenjara.

"Karena sekarang masih tahun 2016, artinya saya masih belum mencapai syarat lima tahun sesudah dibebaskan. Tapi masa tahanan sudah selesai saya jalani," kata Abdullah Puteh pada saat menyerahkan syarat dukungan kepada KIP Aceh, Jumat (5/8).

Menurutnya, walaupun ada masyarakat yang tidak begitu mengetahui bagaimana kasus tersebut, namun dirinya mengharapkan kepada masyarakat dapat mengerti, memahami, melihat dan mempertimbangkan dengan segala opjektifitas agar dapat memaafkan.

"Saya sampaikan kepada masyarakat bahwa saya pernah terlibat dalam kasus, dalam kesempatan ini saya meminta maaf kepada masyarakat Aceh," ujar Abdullah Puteh.

Selain itu, Abdullah Puteh pasrah apabila masyarakat tak memaafkannya. Semuanya dia kembalikan kepada Allah SWT. "Tentu apakah masyarakat memaafkan atau tidak itu kita lihat pada saat pencoblosan," imbuh Abdulah Puteh.

Komentar

Loading...