Unduh Aplikasi

Permintaan Tas Motif Aceh Menurun di Tengah Pandemi Covid-19

Permintaan Tas Motif Aceh Menurun di Tengah Pandemi Covid-19
Sri Maryati memperlihatkan tas hasil kerajinan UMKM. Foto: AJNN/Sarina 

LHOKSEUMAWE – Permintaan tas motif Aceh menurun di tengah pandemic Coronavirus Disease (Covid-19). Hal itu disampaikan oleh Sri Maryati pelaku usaha Kerajinan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), asal Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (20/11).

Sri Maryati mengaku sudah membuka usaha kerajinan tersebut sejak tahun 2000 di bawah binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, saat ini dirinya sudah mampu menampung hingga 40 orang tenaga kerja.

“Beberapa bulan lalu permintaan tas sangat menurun di tengah wabah Covid-19. Baru-baru bulan ini mulai kembali stabil seperti biasanya,” kata Sri saat ditemui AJNN di Pameran UMKM di Museum Kota Lhokseumawe.

Lanjut Sri, selain tas, dirinya juga memproduksi dompet, dan kain bermotif Aceh. Adapun motif - motif yang digunakan yakni, kerawang, batik dan Pucok Reubong.

“Untuk harganya mulai Rp15 ribu hingga Rp350 ribu tergantung jenis barangnya,” ujar Sri.

Sambung Sri, barang-barang tersebut, selain di ekspor di daerah dan pulau jawa, juga dikirim ke Banda Bag, Negara Amerika. 

Dalam sebulan dirinya mengaku bisa memperoleh keuntungan hingga Rp30 juta, tergantung jumlah pesanan barang.

“Untuk bahan baku, kita ambil dari Medan, Sumatera Utara, terkadang bahan bakunya juga terkendala karena kekurangan stok,” tuturnya.

Sri mengaku, sangat bersyukur bisa menampung puluhan tenaga kerja yang dominan dari kalangan perempuan, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di Aceh Utara. Bahkan ibu-ibu rumah tangga itu bisa membantu meringankan ekonomi keluarga.

“Saya berharap, semoga Pemerintah juga bisa memperhatikan pelaku UMKM, baik dari segi pemasaran, maupun modal usahanya,” imbuh Sri.

Komentar

Loading...