Unduh Aplikasi

Pemugaran situs sejarah

Perlu pembuktian kebenaran makam raja Langsa

LANGSA - Pemerintah Kota Langsa dinilai melakukan kebijakan kurang tepat. Membangun situs sejarah yang diduga Makam Raja Langsa, sementara hingga kini belum ada pembuktian keabsahan makam itu milik Raja Langsa. Makam yang diduga tempat Raja pertama Langsa dimakamkan terletak di Gampong Baroh, Kecamatan Langsa Lama.

Kini pembangunan sedang berjalan. Berada di bawah Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. Proyek tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 454.400.000 bersumber dari APBK 2014, dikerjakan oleh CV. Saudagar Tamiang dengan batas waktu sejak 13 Agustus 2014 dan berakhir 10 November 2014.

Saat ini, proyek tersebut sedang berlangsung yang telah menyelesaikan kamar mandi dan tiang-tiang balok mengelilingi makam. Sementara, dalam lingkup makam tersebut ada dua empat batu nisan saling berhadap-hadapan yang tidak memiliki nama.

Masyarakat setempat masih meragukan jika makam yang dimaksud oleh pemerintah itu adalah milik Raja Langsa. Bahkan sebagian dari mereka menyebutkan pemerintah terlalu mengada-ada.

Menurut Imum Chik Gampong Baroh, Kecamatan Langsa Lama, Tgk M. Yusuf (80), yang tinggal di Gampong Baroh sejak tahun 1960 mengaku belum pernah tahu dan dengar ada makam Raja Langsa di Gampong Baroh.

"Soal adanya pemugaran makam Raja Langsa saya tidak pernah tahu dan dengar, apalagi diberitahu kalau ada makam seorang raja di gampong ini," jelasnya.

Ditegaskan Yusuf tidak ada makam Raja Langsa di Gampong Baroh, yang ada makam pahlawan pejuang Kapten Lidan di masa tahun 1945 pada masa agresi Belanda.

Diceritakannya, sejak menjabat menjadi Imum Chik Gampong Baroh pada tahun 1993 hingga kini, yang dia ketahui ada makam para keturunan keluarga Ampon (Hulubalang). Memang pernah diberitahu akan ada pemugaran makan keluarga Ampon dari para keluarga keturunan Ampon sendiri. Tetapi bukannya makam Raja Langsa.

"Apalagi, sebagai orang yang dituakan di gampong saya tak pernah mendengar cerita ada atau pernah tahu ada makan Raja Langsa di gampong ini," urainya.

Saat disinggung tentang kisah Sultan Malelo keturunan Raja dari Minangkabau, Pagaruyung, Yusuf mengaku pernah mendengar kisah itu. Menurutnya, Sultan Malelo punya hubungan persahabatan dengan salah seorang Sultan Aceh yang terakhir. Pada saat itu, Sultan Aceh yang terakhir tersebut pernah mengutarakan kepada Sultan Malelo, akan ku hadiahkan satu tempat yang bagus untuk kalian kelak. Dan masih menurut kisah itu, Sultan Malelo tersebut diwafatkan di daerah Tamiang.

Sementara, Kepala Lorong Dusun Pendidikan, Gampong Baroh, Kecamatan Langsa Lama, M Syafii yang ditemui wartawan menuturkan bahwa makam yang dipugar itu bukan Raja tapi Datu.

"Saya tidak tahu persis kalau ini merupakan tempat bersemayamnya Raja Langsa," tandasnya sambil menyatakan berulang-ulang bahwa itu bukan makan Raja Langsa.

Sedangkan Cicik Setiawan (50), warga Gampong Baroh saat ditemui wartawan juga mengaku, tidak pernah dengar ada sebuah kerajaan yang pernah berdiri di Gampong Baroh.

"Seingat saya tidak pernah ada makam Raja Langsa di daerah ini," tandasnya sambil berlalu.

Sementara sebelumnya, tim peneliti sejarah Langsa Drs. Rachmatsyah, MPd yang dikonfirmasi wartawan via telepon selularnya menyatakan, makam yang sekarang ini patut diduga merupakan awal terbentuknya sejarah di Langsa. Soal makam tersebut, mereka sebagai tim belum bisa memastikan itu sebagai makam Raja Langsa.

"Untuk memastikan itu, perlu kajian arkeologi, tidak sembarangan menentukan itu sebagai tempat makam Raja Langsa. Harus terlebih dahulu dilihat batu-batu yang berada di sekitar makam, baik itu batu nisannya dan lain-lain," katanya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Syafrizal yang dikonfirmasi wartawan terkait makam tersebut mengaku tidak mengetahui proyek tersebut apa itu makam raja Langsa atau tidak.

Menurutnya, proyek itu sebelumnya sudah diusulkan sebelum dirinya menduduki jabatan Kepala Dinas. "Saya hanya tinggal menjalankan saja, karena semuanya sudah lengkap, baik itu DID-nya, rencana kerja dan pendanaanya, yang jadi permasalahan jika proyek itu tidak dikerjakan," tandasnya.

Kemudian, terang Syafrizal lagi, menyangkut makam tersebut makam Raja Langsa atau bukan itu bukan kewenangan dia. Karena sudah ada tim yang sejak dua tahun menelusuri permasalahan sejarah Langsa.

"Seharusnya, tim tersebut sudah melakukan upaya-upaya pembuktian benar atau tidak itu makam Raja Langsa. Tapi, jika tim sejarah Langsa sendiri belum bisa memastikan itu makam siapa," tambahnya.

ASRUL

Komentar

Loading...