Unduh Aplikasi

Perkembangan Lanjutan Perkara Tapal Batas Blang Pante dan Plu Pakam Aceh Utara

Perkembangan Lanjutan Perkara Tapal Batas Blang Pante dan Plu Pakam Aceh Utara
Pihak Plue Pakam menunjukkan bukti tapal batas tanah milik mereka. Foto: AJNN/Sarina

ACEH UTARA - Sidang perkara perdata konflik tapal batas antar Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas dan Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, masih terus berlanjut di Kantor Pengadilan Negeri Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Pada 14 September 2020 mendatang, sidang tersebut sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi dari penggugat (Plue Pakam).

“Kemarin, dari PN Lhoksukon sudah meninjau lokasi yang menjadi konflik itu, dan kami dari Plue Pakam sudah menunjuki wilayah dan lokasinya,” kata Kuasa Hukum dari Plu Pakam, Syukri kepada AJNN, Rabu (2/9).

Dikatakan Syukri, sementara untuk saksi yang akan dihadirkan pada sidang mendatang, pihaknya sudah mempersiapkan tiga orang saksi, dan didukung oleh sejumlah barang bukti untuk memperkuatnya.

“Kami sangat mendukung proyek strategis nasional Bendungan Krueng Keureuto itu, namun ketika Badan Pertanahan Nasional (BPN) datang hendak mengukur lokasi untuk dilakukan ganti rugi malah dihadang oleh Desa Blang Pante, dengan mengklaim itu masuk ke wilayah mereka,” jelasnya.

Baca: Konflik Tapal Batas, Keuchik Plu Pakam Gugat ke PN Lhoksukon

Perkara tapal batas, pihaknya tidak memperkarakannya lagi, namun mereka menuntut karena pihak Blang Pante dinilai telah menghadang, agar luas tanah yang menjadi objek tapal batas itu tidak diukur.

Sementara Kuasa Hukum Blang Pante, Zul Azmi Abdullah mengatakan, berdasarkan bukti peta Topdam dan hasil rapat tanggal 22 April 2020, 420 hektare tersebut masuk ke wilayah Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong.

“Patokannya kami tetap berpedoman pada peta Topdam untuk titik koordinatnya,” katanya.

Sementara itu, Humas PN Lhoksukon, Bob Rosman mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lapangan guna untuk mengetahui langsung objek perkata yang disengketakan oleh kedua belah pihak desa tersebut.

“Pada peninjauan kemarin, kami sama-sama memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk menjelaskan, selain itu juga diberukan kesempatan memberikan bukti berupa dokumen dan saksi pada sidang lanjutan,” ungkapnya.

Komentar

Loading...