Unduh Aplikasi

Perkembangan Kasus Korupsi RSUD Pidie Jaya, Kejari Masih Tunggu Putusan Hakim

Perkembangan Kasus Korupsi RSUD Pidie Jaya, Kejari Masih Tunggu Putusan Hakim
Tersangka kasus korupsi peralatan RSUD Pijay ketika hendak dibawa ke Rutan kelas II B Sigli. Foto Muksal

PIDIE JAYA - Untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya tahun anggaran 2016, Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat masih menunggu putusan dan pertimbangan dari majelis hakim Tipikor Banda Aceh.

"Kami akan menunggu dan mempelajari amar putusan majelis hakim Tipikor Banda Aceh terhadap empat terdakwa ini terlebih dahulu. Jika dalam amar putusan majelis hakim ada pihak lain yang terlibat, kita akan lanjutkan kasus ini," kata Kajari Pidie Jaya, Basuki Soekardjono kepada wartawan, Rabu (27/3).

Tidak tersentuhnya mantan direktur RSUD Pidie Jaya dalam perkara tersebut, lanjut Basuki, pihaknya dalam menetapkan seorang tersangka dalam kasus korupsi didasarkan alat bukti yang cukup dan keterangan para saksi yang mengarah kepadanya.

Baca: Kasus Korupsi Peralatan RSUD Pijay Dilimpah ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh

Namun, Kejari Pidie Jaya masih menunggu putusan dan pertimbangan dari majelis hakim terhadap empat terdakwa yang sidang vonisnya dilaksanakan besok (Kamis 28/3).

"Jika dalam putusan dan pertimbangan majelis hakim ada keterlibatan pihak lain, kami akan langsung mentersangkakan yang bersangkutan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Empat terdakwa kasus korupsi Furniture Nurse Station pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya dituntut satu tahun enam bulan penjara.

Baca: Kejari Terus Lakukan Pengembangan

Keempat terdakwa yang merugikan negara sebesar Rp 250 juta tersebut, yaitu, Fauzi, Ra’jab, Hasan Basri, dan Jailani. Keempat terdakwa tersebut berbagi tugas dalam pengadaan Furniture Nurse Station pada RSUD setempat.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Rabu (6/3), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pidie Jaya hanya menuntut keempat terdakwa satu tahun enam bulan penjara.

Beberapa faktor yang meringankan keempat terdakwa tersebut, antara lain, kerugian negara pada kasus korupsi itu sebesar Rp 250 juta telah dikembalikan, yang dititipkan kepada tim JPU Kejari Pidie.

Alasan lainnya, selain mempunyai tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum, keempat terdakwa juga bersikap sopan di persidangan dan tidak berbelit-belit saat memberikan keterangan dimuka persidangan

Komentar

Loading...