Unduh Aplikasi

KASUS TEROR WARTAWAN ACEH BARAT

Perkara Sudah Sidik, Polres Aceh Barat Tak Bisa Pakai UU Pers

Perkara Sudah Sidik, Polres Aceh Barat Tak Bisa Pakai UU Pers
Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Inspektur Polisi Satu M Isral. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Andrianto Argamuda SIK melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, Inspektur Polisi Satu Muhammad Isral SIK membenarkan jika Dewan Pers telah melayangkan surat agar kasus dugaan pengancaman terhadap wartawan Modus Aceh, yang dilakukan Akrim, Direktur Tuah Akfi Utama dijerat dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Meski demikian, kata Isral, pihaknya tidak bisa menggunakan Undang-undang nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers tersebut untuk menjerat Akrim.

"Tanggapan kami kan berkas sudah jadi, sudah masuk ke penyidikan dan sudah gelar perkara dan gelar perkara itu udah ditingkatkan dari lidik ke sidik, jadi pasal yang digunakan itu 335 ayat 1," kata Isral, saat dihubungi AJNN, Jumat, (17/1).

Dikatakannya, berdasarkan laporan yang dibuat Aidil, di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pada saat itu juga berhubungan dengan Pasal 335 ayat 1, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Menurutnya, laporan awal itu pula yang membuat Polres setempat menjerat Akrim dengan pasal 335 ayat 1. Menurutnya bisa atau tidaknya Akrim dijerat dengan Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 nantinya tergantung dari pihak Kejaksaan Negeri Meulaboh melihat kasus tersebut.

"Ya kami lihatlah nanti petunjuknya dari Jaksa, kalau misalnya Jaksa mengatakan petunjuknya bisa merubah pasal ya silahkan," ujarnya.

Baca: Kasus Teror Wartawan, Dewan Pers Surati Polres Aceh Barat

Untuk itu, kata dia, maka akan dilihat nantinya P-19 dari berkas perkara yang akan dikirimkan ke Kejari Aceh Barat yang direncanakan pekan depan.

"Dengan hasil pemeriksaan berkas oleh Kejaksaan nanti yang menentukan apakah pasal tersebut bisa dirubah atau tetap dengan pasal tersebut," jelasnya.

Untuk sementara, kata dia, pihaknya belum bisa merampungkan berkas perkara tersebut lantaran Aidil selaku saksi pelapor belum diperiksa.

"Tinggal Aidil. Aidil gimana, disuruh datang nggak datang. Jadi kami harus layangkan surat panggilan hari Senin ini. Yang memperlambatkan Aidil sendiri, memang betul kami melayangkan surat panggilan," ujar Isral.

Menurutnya, semua saksi dalam kasus tersebut telah diperiksa oleh penyidik. Bahkan berkas akan segera rampung jika Aidil mau menghadap penyidik untuk diperiksa.

Komentar

Loading...