Unduh Aplikasi

Perkara Pengrusakan Pangkalan LPG, Mursyidah Dituntut 10 Bulan Penjara

Perkara Pengrusakan Pangkalan LPG, Mursyidah Dituntut 10 Bulan Penjara
Sidang perkara pengrusakan Pangkalan Elpiji di PN Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Mursyidah terdakwa perkara pengrusakan rumah toko (Ruko) Pangkalan Elpiji 3 Kilogram dengan tuntutan 10 bulan penjara.

Pantauan AJNN, sidang yang berlangsung di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Lhokseumawe diagendakan penyampaian tanggapan dari JPU terhadap pledoi yang disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa pada pekan lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Doni Siddiq mengatakan, pihaknya menuntut terdakwa dengan hukuman 10 penjara. Namun, kemudian penasehat hukum terdakwa mengajukan pledoi. Dan hari ini diagendakan untuk menjawab hasil pembelaan itu dari Jaksa Penuntut Umum.

“Jawaban kami hari ini, tetap pada tuntutan, dan menolak pledoi yang disampaikan kuasa hukum terdakwa pekan lalu,” katanya kepada AJNN saat ditemui di Kantor Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Selasa (29/10).

Baca: Ngamuk di Pangkalan Elpiji, Mursyidah Malah Jadi Terdakwa

Sementara itu, Kuasa Hukum terdakwa, Zulfa Zainuddin mengatakan, setelah melihat beberapa catatan dari JPU dan tidak memenuhi subtansi yang perlu ditanggapi lagi. Maka pihaknya tetap pada pledoi yang disampaikan pada pekan lalu.

“Isi pledoi pada pekan lalu yakni, ada fakta yang terungkap, kalau ada orang lain yang melakukan pengrusakan terhadap pintu Ruko tersebut,” ujarnya.

Tambahnya, sesuai dengan fakta di persidangan ada saksi yang menjelaskan dimana, pelaku perusakan terdahulu ini ditandai oleh saksi pelapor, bahwa pelaku jangan diberikangas LPG.

“Berdasarkan fakta ini, kita meminta kepada Majelis Hakim untuk membebaskan terdakwa,” imbuhnya.

Komentar

Loading...