Unduh Aplikasi

Pergub Enam Bulan Cuti Hamil Disambut Baik oleh PNS dan Tenaga Kontrak

Pergub Enam Bulan Cuti Hamil Disambut Baik oleh PNS dan Tenaga Kontrak
Pergub cuti melahirkan selama enam bulan bagi PNS, PPPK atau tenaga honorer dan kontrak di Aceh.
BANDA ACEH - Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga kontrak di Aceh menyambut baik Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai cuti hamil dan melahirkan hampir tujuh bulan. Pergub Aceh No 49 tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif itu, ditandatangani oleh Abu Doto—sapaan Zaini Abdullah--pada tanggal 11 Agustus 2016.

Idawati salah seorang pegawai kontrak di salah satu sekolah di Banda Aceh megaku senang dan bahagia atas upaya pemerintah peduli terhadap perempuan hamil dan melahirkan.

Baca: Tetapkan Cuti Hamil, Abu Doto Perhatikan Hak Kaum Perempuan

Menurutnya, pemberlakuan cuti untuk ibu hamil sudah seharusnya diberlakukan di Aceh,  karena seorang ibu harus benar-benar merawat dan memberikan asupan nutri yang cukup di masa kehamilannya.

Selain itu, dia menjelaskan anak merupakan aset bangsa di masa depan, sehingga cuti yang demikian harus dimanfaatkan oleh setiap ibu hamil dalam merawat dan menjaga bayinya, sehingga begitu proses melahirkan, bayi dalam keadaan normal dan sehat.

"Kalau kecapean juga tidak bisa bagi ibu hamil, bisa bahaya nanti. Saya sebagai guru kontrak dan juga seorang ibu sangat mengapresiasi program pemerintah ini," kata Idawati

Sementara itu, Khairuman, pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu kantor pemerintahan di Banda Aceh, mengungkapkan cuti bagi ibu hamil merupakan program bagus di dalam Pemerintah Aceh.

Namun, dirinya mengingatkan agar pemerintah membuat satu aturan baku bagi ibu hamil, misalnya baru boleh hamil setelah beberapa tahun bekerja, dan hanya boleh hamil dua kali atau keluarga berencana. Sehingga ini nantinya juga akan memudahkan pemerintah di dalam mengontrol kinerja bawahannya.

"Kalau semua hamil, dan semuaa cuti, bisa bahaya juga kan. Makanya pemerintah juga harus berfikir kesini, jangan hanya memberikan cuti, jadi ada semacam aturan baku disitu," kata Khairuman.

Komentar

Loading...