Unduh Aplikasi

Perempuan Penjaga Hutan Terbentuk di Bener Meriah

Perempuan Penjaga Hutan Terbentuk di Bener Meriah
Tim ranger perempuan, atau disebut sebagai Mpu Uteun (penjaga hutan). Foto: Ist

BANDA ACEH –Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Damaran Baru, Bener Meriah telah membentuk tim ranger perempuan, atau disebut sebagai Mpu Uteun (penjaga hutan). Ranger perempuan pertama di Aceh ini dibentuk guna melindungi kawasan hutan negara melalui skema hutan desa.

Ketua LPHK Damaran Baru, Sumini mengatakan, tim ranger perempuan itu bagian dari gerak inisiatif dan rasa tanggung jawab untuk menjaga sumber kehidupan dengan melakukan pengelolaan, pemanfaatan dan perlindungan kawasan hutan lindung yang telah dibebani zin hak pengelolaan melalui skema hutan desa yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri LHK Nomor: SK.9343/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL. 0/11/2019.

Sumini menyampaikan, motivasi mereka untuk melindungi hutan ini akibat terjadinya banjir bandang pada tahun 2015 lalu yang mengakibatkan hilangnya belasan rumah warga. Sejak itu, perempuan di Damaran Baru aktif dalam kegiatan-kegiatan restorasi agar mencegah terjadinya kembali banjir bandang, dan penuh semangat untuk berkontribusi lebih dalam perlindungan kawasan hutan. 

Tim ranger perempuan ini diharapkan perempuan di Damaran Baru bisa menjadi local champion untuk melindungi hutan, sumber mata air dan sumber-sumber kehidupan lainnya secara langsung dan berkelanjutan.

“Perlindungan hutan terkesan seperti pekerjaan untuk laki-laki saja, tetapi perempuan Kampung Damaran Baru mengambil peran kunci untuk melindungi kawasan hutan, bagi kami menjaga hutan adalah menjaga kehidupan, hutan adalah nafas hidup kami," kata Sumini dalam keterangannya kepada AJNN, Jum'at (14/2). 

Sumini menjelaskan, kedepan ranger perempuan itu akan berpatroli di wilayah hutan kunci yang memiliki nilai signifikan untuk masyarakat Damaran Baru, seperti kawasan pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS). Pada umumnya, setiap patroli bersifat pulang-pergi karena jangkauan wilayah  tidak begitu jauh. 

"LPHK Damaran Baru juga berkolaborasi dengan tim patroli laki-laki untuk jangkauan wilayah patroli yang lebih jauh dari desa," ujarnya. 

Sementara itu, Yayasan HAkA berkomitmen untuk bekontribusi terhadap peningkatan pemahaman dan kapasitas LPHK Damaran Baru ini. 
 
“Kami sangat mendukung inisiatif LPHK Damaran Baru untuk membentuk ranger perempuan. Pembentukan tim Mpu Uteun ini adalah suatu hal yang baru, tim ranger perempuan pertama di Aceh," tutur Ketua Yayasan HAkA, Farwiza. 

HAkA berharap tim ranger perempuan ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Aceh untuk melindungi hutan dan lingkungan. Dan pihaknya akan selalu mendampingi masyarakat dalam upaya perlindungan hutan serta mengamplifikasikan suara-suara masyarakat agar pertimbangan mereka di dengar oleh pemangku kebijakan. 

 

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...