Unduh Aplikasi

Peredaran Premium Oplosan Marak, Warga Resah

Peredaran Premium Oplosan Marak, Warga Resah
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA- Maraknya bahan bakar minyak (BBM) oplosan yang diracik menjadi premium di tingkat pengecer dalam wilayah Aceh Utara dan sekitarnya telah meresahkan masyarakat.

Hal itu diungkapkan salah seorang warga Lhoksukon, Aceh Utara Khairullah kepada AJNN, Minggu (19/1).

Khairullah mengatakan peredaran minyak premium oplosan di tingkat pengecer sudah berlangsung lama di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya. Namun menurutnya sejauh ini masyarakat mengaku masih susah membedakan antara premium yang sudah dioplos dengan yang asli.

Bahkan kata di, selama ini premium nyaris tidak ada di SPBU, akan tetapi di tingkat pedagang pengecer stok premium sangat banyak dan mudah ditemukan.

"Ini membuktikan bila pedagang pengecer sangat mudah dalam mendapatkan premium dari oknum tertentu selama ini," kata Khairullah.

Dia menuturkan, hal itu diketahui minyak premium oplosan saat sepeda motornya mengalami kerusakan dan dibawa ke bengkel.

"Mekanik bengkel yang kasih tau kepada saya, bila kendaraan saya nyendat- nyendat rusak karena mengisi BBM premium oplosan," ujar Khairullah.

Ia menambahkan, kerusakan sepeda motor dengan keluhan yang sama sempat di alaminya sebanyak dua kali. Malah setelah dimenceritakan kejadian itu kepada temannya yang lain, mereka juga mengaku mengalami hal serupa.

Dia menyebutkan, sempat mempertanyakan kepada pedagang pengecer di kawasan Lhoksukon, tempat biasa dirinya mengisi BBM. Dimana minyak oplosan yang mereka jual telah merusak mesin kendaraan miliknya.

"Mereka (pedagang) pengecer mengaku juga tidak tau bila minyak yang mereka peroleh dari penyalur adalah premium oplosan," jelas Khairullah.

Sementara itu salah seorang pengecer minyak di kawasan Aceh Utara mengaku selama ini mereka mendapat pasokan minyak BBM jenis premium dari salah seorang penyalur yang mengaku mengambil dari salah satu SPBU dikawasan Aceh Utara.

"Selama ini premium kami dapatkan dari salah seorang pemasok yang diantar ke tempat kami jualan langsung dengan harga yang sama di SPBU," kata pedagang tersebut yang tidak ingin namanya disebutkan.

Kata dia, selama ini dirinya tidak tau apa itu premium oplosan atau bukan. Karena sangat susah membedakannya, apalagi warna dan bau minyaknya sama dengan premium yang biasa dirinya peroleh di SPBU

 

Komentar

Loading...