ALI BASRAH, CALON BUPATI ACEH TENGGARA

Percaya Pendidikan

Percaya Pendidikan
Wakil Bupati Aceh Tenggara Ali Basrah menyerahkan kartu pintar kepada siswa SD. Foto: ist
BAGI Ali Basrah, salah satu cara membangun Aceh Tenggara adalah dengan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di kabupaten itu. Tak heran jika sosok yang satu ini memberikan perhatian besar kepada masyarakat di daerah itu untuk mendapatkan pendidikan, dari tingkat dasar hingga ke perguruan tinggi.

“Pendidikan itu akarnya pahit, tapi buahnya manis,” kata Ali Basrah, Kamis (27/10). “Menanamkan modal atau investasi di bidang pendidikan tak akan pernah membuat suatu daerah bangkrut. Sebaliknya, ini adalah investasi yang membuat daerah semakin maju.”

Dua petuah itu meresap dan disesap Ali Basrah. Wakil Bupati Aceh Tenggara, dedengkot, pemikir dan pekerja keras, ini membuktikan kiprah maupun karyanya di bidang pendidikan. Bidang ini pula yang menjadi fokusnya saat maju di Pemilihan Kepala Daerah Aceh Tenggara 2017 sebagai bupati bersama Deni Febrian Roza.

Ali memulai karier sebagai guru di SMKN Kutacane. Kemampuan dan dedikasi membuat Ali didaulat menjadi Kasubdin Bina Program dan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Aceh Tenggara selama delapan tahun. Di tengah kesibukan sebagai wakil bupati,membantu Bupati Hasanuddin Beru (Sanu), Ali tetap memberikan perhatian kepada dunia pendidikan Aceh Tenggara.

“Saya mendapat tugas dari bapak bupati untuk menertibkan administrasi keuangan, efisiensi keuangan, penajaman dan pelaksanaan program yang telah ditetapkan, tugas pemerintahan, kemasyarakatan dan segudang tugas lain,” kata Ali.

Salah satunya adalah dengan menerbitkan beasiswa lewat program kartu pintar bagi tujuh ribuan siswa SD, SMP dan SMA sederajat. Bahkan bantuan bagi lulusan SMA sederajat yang berhasil menembus masuk PTN serta beasiswa bagi mahasiswa berprestasi Diploma III, S-1 dan S-2 maupun bagi mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Aceh Tenggara.

“Semua lapisan masyarakat merasakan dampak positif program pendidikan yang diterobos Wakil Bupati Ali Basrah, bersama Bupati Hasanuddin,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Syahrizal Selian. “Tidak ada yang dihalang-halangi. Sepanjang berprestasi dan memenuhi persyaratan, semua dibantu.”

Buah keberpihakan terhadap dunia pendidikan ini mulai jelas terlihat. Sejak 2014 hingga 2016, tercatat 7.503 siswa dan mahasiswa dari berbagai tingkatan mendapat bantuan dana pendidikan prestasi. Bahkan para guru yang ingin mengambil gelar sarjana sebagai penunjang kariernya mendapatkan bantuan. Eri Leuser, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Sepakat Segenep (STAISES) Kutacane, STIKes Nurul Hasanah, Akbid Nurul Hasanah, STIKIP Usman Safri, Akbid Alas Medical Kutacane, Akper Pemkab Agara dan STIBBA Lawe Pakam adalah lembaga-lembaga pendidikan swasta yang tak luput dari perhatian Ali.

Pada 2014, jumlah siswa SD, SMP sederajat dan SMA/MA sederajat dan mahasiswa yang dibantu melalui program kartu Agara Pintar dan beasiswa untuk mahasiswa tercatat sebanyak 543 orang. Setahun kemudian, angka ini melonjak menjadi 4.387 penerima. Dan di tahun ini penerima bantuan, siswa ataupun mahasiswa, sebanyak 2.573 orang.

Selain di Aceh Tenggara, para mahasiswa penerima beasiswa menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dengan berbagai disiplin ilmu, seperti Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan, Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor dan beberapa perguruan tinggi negeri lain di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan beberapa daerah lainnya. Bagi Ali, mereka adalah agen perubahan dan kemajuan Aceh Tenggara.

Ali juga memastikan mahasiswa tersebut akan mendapatkan tempat untuk bekerja di daerah asal mereka. Menurut Ali, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara membutuhkan tenaga mereka untuk mengisi kuota pekerjaan di pemerintahan. Ali yakin, para kader daerah ini akan menjadi solusi memenuhi kebuhan tenaga kerja andal di pemerintahan.

Pertanyaan berikutnya, “apa tujuan pemberian kartu pintar bagi siswa berprestasi dan siswa berkualitas yang berhasil menembus masuk PTN dan mahasiswa berprestasi di PTS lokal yang melaksanakan proses belajarnya di Kutacane?”

Ali menegaskan bahwa kemajuan daerah harus dibangun atas dasar keinginan dan hasrat terhadap ilmu pengetahuan. “Mau tidak mau, setuju atau tidak setuju, ini adalah pondasi kemajuan suatu daerah itu,” kata Ali. “Anak-anak Aceh Tenggara harus memiliki cita-cita dan kemampuan untuk bersaing dengan anak-anak lain. Berpikir global dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebudayaan kita.”

Kemampuan Ali selama mendampingi Hasanuddin menjadi kedua pasangan ini saling melengkapi. Dalam pemerintahan, Ali bukan “ban serap”. “Saya percaya dengan kejujuran, kemampuan, kinerja Ali Basrah. Dia selalu bertindak proporsional dan profesional. Tugas dan amanah yang saya berikan dijalankan dengan baik, sesuai harapan,” tutur bupati yang akrab disapa Sanu ini. Hasanuddin percaya Ali Basrah mampu meneruskan dan meningkatkan kemajuan Aceh Tenggara di masa mendatang. 

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini

Umum
USK Jalin Kerja Sama dengan KPK

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala menjalin kesepakatan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya...