Unduh Aplikasi

Perang Gengsi Swasta dan Negeri

Perang Gengsi Swasta dan Negeri
Ilustrasi: city school

RENCANA Kementerian Pendidikan untuk mendorong bakat dan minta pelajar harusnya juga diikuti oleh kementerian yang mengurus pendidikan tinggi. Dua bidang ini diharapkan dapat menjadi kawah candradimuka generasi Indonesia yang lebih baik. Juga kompetitif.

Dalam waktu dekat, kementerian yang dipimpin oleh bekas pendiri Gojek ini akan mengumumkan penghapusan ujian nasional. Sebagai penggantinya, kementerian akan membuat sebuah formula yang mengendalikan mutu pendidikan nasional.

Hal ini bakal mengubah banyak hal dalam proses pendidikan, dari yang selama ini kita kenal. Selain bakal memperkuat sistem zonasi, yang membuat sekolah memburu ranking pelajar, sistem pengendalian mutu pendidikan yang baru akan mendorong pelajar untuk lebih cakap dalam mengembangkan bakat dan minat mereka.

Hal yang sama juga seharusnya dilakukan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi negeri seharusnya membatasi penerimaan mahasiswa dan tidak berlomba-lomba membuka jurusan baru. Sebagai gantinya, di setiap fakultas, perguruan tinggi negeri harus mendorong pengembangan riset dan mendorong tumbuhnya inovasi.

Minimnya jumlah inovasi dan terobosan dari dalam kampus harusnya cukup menjadi peringatan. Selama ini, perguruan tinggi negeri cenderung mengejar jumlah mahasiswa ketimbang mendorong kualitas lulusannya. Sementara, perguruan tinggi swasta sulit berkembang karena kalah bersaing dengan rekan mereka di negeri.

Banyak jurusan-jurusan baru dibuka di perguruan tinggi negeri yang menawarkan gengsi lebih kepada “calon konsumen”. Belum lagi permasalahan manajemen di perguruan tinggi swasta yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Pemerintah harus mendorong agar dua pihak ini saling mengisi dan berlomba melahirkan lulusan terbaik. Bukan hanya di atas kertas, namun juga cakap dalam mengaplikasikan ilmu mereka di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, akan lahir lulusan pencipta peluang kerja, bukan sekadar mencari kerja.

Komentar

Loading...