Unduh Aplikasi

Peran Tiga Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Pangwa

Peran Tiga Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Pangwa
Jembatan Pangwa rusak akibat gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016 sebelum dibangun kembali. Foto: AJNN/Muksalmina.

PIDIE JAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari)Pidie Jaya menetapkan tiga tersangka pada kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Pangwa. Ketiga tersangka tersebut yaitu, MAH, AZH, dan MUR.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie Jaya, Mukhzan saat jumpa pers di Aula kantor Kejari setempat, Selasa (24/2) mengatakan, ketiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu berbagi peran dalam pelaksanaan pembangunan jembatan Panggwa dengan anggaran Rp 11.217.385.000 setelah tiga kali addendum.

Dijelaskan, tersangka MAH sebagai direktur PT Zarnita Abadi telah melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi sebagaimana yang tercantum dalam kontrak. Terutama pada bahagian plat lantai jembatan pada pekerjaan rekontruksi jembatan Pangwa dibawah Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) tahun 2017.

"Salah satu modus operandi yang dilakukan tersangka (MAH) adalah dengan memesan atau membeli readymix sebagai sebagai bahan pengecoran tidak sesuai pada tempat, dimana tersangka mengambil dukungan sewaktu mengajukan penawaran yakni PT LB," ujarnya.

"Untuk menutupi modusnya tersebut, tersangka menyewa mobil perusahaan readymix PT LB untuk mengantar material redemik ke lokasi Jembatan Pangwa. Berdasarkan hal-hal tersebut jelas mengindikasikan mens rea dari tersangka dalam melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara," tambah Mukhzan.

Tersangka AZH berperan sebagai konsultan pengawas yang mengendalikan CV Trikarya Pratama Consultan. AZH adalah yang mengendalikan atau mengelola kegiatan pengawasan terhadap pekerjaan jembatan Pangwa. AZH juga menghadiri rapat-rapat pertemuan di kantor BPBA Aceh.

Baca: Dugaan Korupsi Jembatan Pangwa, Kejari Pijay Tetapkan Tiga Tersangka 

"Dengan mengatasnamakan para ahli (Ir Firmansyah, Mustafa ST, dan Dumadi ST. Tersangka juga aktif berkomunokasi dan sering dihubungi oleh PPTK yaitu T Raja Al Kausar dan Direkrur CV Trikarya Pratama Consultan yaitu MUR," imbuhnya.

Sementara tersangka MUR selaku Direktur CV Trikarya Pratama Consultan, MUR sendiri yang menandatangani kontrak sebagai konsultan pengawas dengan nilai kontrak Rp 343 juta.

"Tersangka MUR ikut juga menandatangani laporan progress kemajuan pekerjaan di lapangan. MUR juga menerima fee terkait kompensasi peminjaman perusahaannya tersebut," sebutnya.

Mukhzan menambahkan, dugaan tindak pidana korupsi pada Jembatan Pangwa tersebut diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.049.766.589.

"Nilai kerugian ini berdasarkan hasil yang dilakukan perhitungan oleh tim ahli kami," jelas Mukhzan.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...