Unduh Aplikasi

Perakit Senpi yang Diamankan Polisi di Aceh Jaya Akhirnya Dibebaskan

Perakit Senpi yang Diamankan Polisi di Aceh Jaya Akhirnya Dibebaskan
Wakapolres Aceh Jaya, Kompol Rizal Antoni bersama RFR dan Ketua Banleg DPRA Azhar Abdurrahman. Foto: AJNN/Suar.

ACEH JAYA - RFR (25) warga Dusun Kuala Batee Tutong, Desa Panton Makmur, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya yang ditangkap polisi akibat merakit senjata api laras panjang kini dibebaskan, Rabu (24/2).

Wakapolres Aceh Jaya, Kompol Rizal Antoni kepada sejumlah awak media mengatakan, sebelumnya RFR disangkakan melanggar Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 Pasal 1 ayat (1) dan (2) dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun kurungan. 

Namun setelah dilakukan investigasi dari awal, penemuan senpi rakitan tersebut dalam kondisi terpisah atau dalam keadaan tidak lengkap. 

Baca: RFR, Warga Aceh Jaya Mengaku Belajar Rakit Senjata Api dari YouTube

Selain itu, berdasarkan keterangan dari beberapa saksi bahwa RFR juga tidak terafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Dari hasil investigasi, RFR tidak pernah terlibat dengan jaringan atau KKB dan juga tidak pernah menggunakan senjata itu untuk membunuh orang atau kriminal lainnya," ungkap Waka Antoni.

Baca: Perakit Senpi yang Diamankan Polisi di Aceh Jaya Punya Segudang Keahlian

"Namun RFR hanya bereksperimen untuk merakit senjata api dengan keahlian yang disandingkan dengan YouTube di media sosial," tambahnya.

Selain itu, RFR juga tidak ada tujuan dalam hal merakit senpi untuk mengancam orang lain atau memisahkn diri dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi atas dasar itu pihaknya menhentikan perkara tersebut dan mengembalikan RFR kepada masyatakat.

"Hari ini kita serahkan RFR kepada masyarakat yang diwakili oleh tokoh masyarakat Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman," tutur Wakapolres Aceh Jaya.

Apalgai, sambungnya, RFR tanpa ada paksaan juga sudah menyesali yang sudah merakit senjata api walaupun dia tidak pernah mengancam orang atau memisahkan diri dengan NKRI, namun perbuatannya itu tetap dilarang oleh negara.

"Kita juga berharap agar RFR dapat dibina dan edukasi jika apa yang sudah pernah dilakukan itu merupakan perbuatan melanggar hukum," katanya.

"Kami juga berharap kepada bapak Azhar Abdurrahman  agar dapat menjembatani RFR kepada Pemda supaya dapat menyumbangkan keilmuannya ke hal-hal yang positif dan tidak melanggar aturan," pungkas Waka Antoni.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...