Unduh Aplikasi

Penyidik Periksa Ketua dan Sekretaris Pokja Pengadaan Keramba di Sabang

Penyidik Periksa Ketua dan Sekretaris Pokja Pengadaan Keramba di Sabang
Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi, Foto; AJNN.Net/Tommy

BANDA ACEH - Penyidikan Kejaksaan Tinggi Aceh telah memeriksa kembali dua orang saksi dalam kasus dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai (offshore) di Sabang.

Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi menyebutkan kedua saksi tersebut yakni ketua kelompok kerja (Pokja) pengadaan, M Muhaimin dan Navy Watupongon sebagai sekretaris Pokja.

"Kedua saksi ini dipanggil kembali oleh penyidik, pemeriksaan dilakukan kemarin," katanya, Rabu (6/11).

Ia menyebutkan pemeriksaan ketua dan sekretaris Pokja Pengadaan KJA itu dilakukan untuk mendalami peran keduanya dalam kasus pengadaan KJA di Sabang bersumber anggaran APBN 2017 dengan nilai kontrak Rp45 miliar.

"Penyidik menanyakan peran mereka terkait pengadaan proyek tersebut dan terkait pelaksanaam tender KJA. Mereka sebelumnya pernah diperiksa penyidik," ujarnya.

Baca: Kejati Aceh Periksa Empat Saksi Ahli Kasus Korupsi Keramba di Sabang

Dalam kasus dugaan korupsi KJA, kata Munawal, masih ada sejumlah saksi yang akan diperiksa terutama terkait pengadaan, penyidik terus mendalami yang bertanggung jawab dalam kasus itu.

"Masih ada saksi-saksi lainnya yang akan diperiksa penyidik terkait pengadaan proyek KJA," ujarnya.

Sebelumya, penyidik Kejati Aceh juga telah memeriksa empat saksi ahli yakni seorang ahli sertifikasi kapal dari Batam. Dua saksi ahli dari Biro Klasifikasi Indonesia dan seorang dari akademisi Unsyiah Banda Aceh. Empat saksi ahli dimintai keterangan itu guna melengkapi berkas perkara sebelum kasus ini dilimpahkan ke Pengadilan.

Selain itu, penyidik juga menyita uang tunai Rp 36,2 miliar yang diserahkan langsung dalam bentuk tunai oleh PT Perikanan Nusantara kepada Kejati Aceh.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...