Unduh Aplikasi

Penyidik Mintai Keterangan Ahli Kasus Dugaan Korupsi Jalan Gelombang-Situlen

Penyidik Mintai Keterangan Ahli Kasus Dugaan Korupsi Jalan Gelombang-Situlen
Kasipenkum Kejati Aceh Munawal Hadi. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Tim penyidik dari Kejaksaan Tinggi Aceh telah memintai keterangan ahli dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Gelombang dengan Muara Situlen yang dibiayai APBA 2018 sebesar Rp11,6 miliar.

Kasipenkum Kejati Aceh Munawal Hadi menyebutkan saksi yang dipanggil merupakan ahli di bidang konstruksi jalan, hal ini untuk mengetahui teknis dalam pekerjaan pembangunan jalan tersebut.

"Keterangan saksi sangat dibutuhkan untuk memberikan penilaian terhadap pekerjaan jalan tersebut, dan nantinya akan diketahui apakah ada yang dilanggar atau tidak," kata Munawal, Sabtu (10/10).

Munawal juga menyebutkan keterangan ahli juga diperlukan untuk mempermudah pihak BPKP melakukan audit kerugian negara terhadap pekerjaan itu.

"Setelah ada keterangan ahli, selanjutnya penyidik akan melakukan gelar perkara kepada BPKP yang melakukan audit kerugian negara," ucapnya.

Baca: Kejati Aceh Periksa 12 Saksi Terkait Kasus Korupsi Jalan Situlen-Gelombang

Dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan jalan Gelombang - Muara Situlen, lanjutan Munawal, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi diantaranya Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuatan Teknis Kegiatan (PPTK), PHO atau penerimaan pekerjaan, serta pihak rekanan.

"Saat ini sudah 25 saksi dipanggil untuk diperiksa dan dimintai keterangannya," ucapnya.

Munawal menambahkan sampai saat ini penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Gelombang-Situlen tersebut.

"Kasusnya sudah tahap penyidikan. Penetapan tersangka tergantung alat bukti yang dikumpulkan oleh penyidik," katanya.

Kejaksaan Tinggi Aceh memastikan kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Situlen Gelombang akan diusut tuntas.

Komentar

Loading...