Unduh Aplikasi

Penyetruman Ikan Sungai Marak, Nelayan Singkil Resah

Penyetruman Ikan Sungai Marak, Nelayan Singkil Resah
Warga sedang menyetrum ikan di Singkil. Foto: Edi
ACEH SINGKIL - Ilegal fishing di Singkil, Kabupaten Aceh Singkil yang meresahkan para nelayan di wilayah itu tak hanya marak terjadi di lautan. Aksi merusak itu juga kerap terjadi di sungai. Modusnya dengan menggunakan alat setrum listrik rakitan bahkan mesin genset.

Imum Mukim Pemuka Ahmad Manik, Senin (21/3) mengatakan, aksi sekelompok orang tak bertanggung jawab yang kerap menjarah ikan dengan setrum tersebut telah mengancam ekosistem sungai dan rawa singkil yang kaya akan jenis ikan. Maraknya pencurian ikan dengan setrum juga mengancam keberlangsungan hidup para nelayan.

"Alat setrum ini sangat berbahaya, karena ikan kecil yang terkena setrum akan mati dan induknya tak lagi akan berkembang biak, sehingga warga kami resah, dan mendesak saya untuk mencarikan solusinya. Untuk itu saya berharap polisi mengambil tindakan," ujar Ahmad manik, yang mengaku sudah menyampaikan keluhan warganya itu kepada kapolres saat silaturahmi pekan lalu.

Ahmad mengaku terpaksa menyampaikan keluhanya itu kepada kapolres, karena laporan yang pernah di sampaikan ke Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) setempat hingga kini tak pernah diproses. Akibatnya warga di kemukimannya kian resah dengan aksi penyetruman yang masih saja berlangsung bahkan jumlah pelakunya kian bertambah.

"Kami sudah pernah menyampaikan hal ini kepada DKP, tapi tidak ada tindakan, jadi kami bingung sebenarnya setrum ini dilarang atau tidak?, kami berharap segera ada upaya menghentikanya sebelum warga mengambil tindakan sendiri," ucapnya.

Kapolres Aceh Singkil, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Ridwan. SIK saat dimintai tanggapanya menyebutkan, akan segera menindaklanjuti hal itu dengan memanggil Kapolsek Singkil. Namun demikian, dirinya menyarankan agar persoalan ini ditangani oleh DKP yang memiliki kewenangan penuh menyangkut illegal fishing.

"Kami akan tindaklanjuti, mungkin nanti kami beri imbauan terlebih dahulu," ujarnya.

Adapun setrum ikan yang biasa digunakan para pelaku illegal fishing di perairan tawar, sungai, danau, anak sungai dan rawa biasanya terbuat dari gulungan tembaga (spul) yang dihubungkan dengan baterai berkapasitas 12 volt sebanyak dua buah lengkap dengan kabel yang dihubungkan ke dua batang besi sebagai joranya. Belakangan tak hanya setrum rakitan yang dipakai, mesin genset berkapasitas sedang pun digunakan.

Komentar

Loading...