Unduh Aplikasi

Penyelesaian Penyusunan R-APBK 2021 Terlambat, Bupati Pidie Minta Maaf

Penyelesaian Penyusunan R-APBK 2021 Terlambat, Bupati Pidie Minta Maaf
Penyerahan dokumen R-APBK Pidie 2021 oleh Bupati Pidie Roni Ahmad yang diterima Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadhli di ruang rapat paripurna. Foto: AJNN/Salman.

PIDIE-Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) meminta maaf kepada masyarakat atas keterlambatan penyelesaian penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (R-APBK) Pidie 2021 yang telah melewati batas waktu, yang seharusnya jadwal penetapan APBK Pidie yakni November 2020 lalu.

“Melalui forum yang terhormat ini, kami memohon maaf kepada masyarakat Pidie atas keterlambatan penyelesaian R-APBK 2021. Sebagai insan yang tidak luput dari kekurangan dan kelemahan,” ujar Bupati Pidie Roni Ahmad dalam sambutan tertulis di ruang rapat paripurna DPRK Pidie pada kegiatan penyerahan dokumen R-APBK Pidie 2021, Jum'at (15/1) 

Abusyik mengatakan, keterlambatan penyelesaian penyusunan karena ada perubahan kebijakan dari pemerintah yang mengharuskan pemerintah daerah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dalam proses perencanaan dan penganggaran.

Bupati Pidie menyampaikan dalam nota keuangan R-APBK Pidie 2021, total pendapatan seluruhnya pada R-APBK Pidie 2021 sebesar Rp 2.009.593.454.553 terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 243.604.727.920, pendapatan transfer sebesar Rp 1.809.426.926.633 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah ditergetkan Rp 46.561.800.000.

Sementara jumlah belanja daerah 2021 direncanakan sebesar Rp 2.103.093.454.553, seperti untuk belanja operasi Rp 1.220.377.830.277, belanja modal Rp 241.252.343.083, belanja tidak terduga Rp 6.256.735.708 dan belanja transfer Rp 635.206.545.485.

Selain rencana belanja R-APBK tersebut, terdapat komponen pembiayaan daerah berupa sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya ditargetkan Rp 3.500.000.00.

Komentar

Loading...