Unduh Aplikasi

Penyelenggara Konser Bergek Disanksi

Penyelenggara Konser Bergek Disanksi
Ilustrasi. Foto : Youtube
BANDA ACEH - Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE mengatakan, konser Adi Bergek di Taman Sri Ratu Safiatudin, Sabtu (12/3) malam, tidak sesuai dengan izin yang dikeluarkanKantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) Kota Banda Aceh.

Pasalnya kata dia, saat mengajukan izin kegiatan ke KPPTSP, penyelenggara kegiatan telah membuat pernyataan secara tertulis bahwa dalam pelaksanaan konser akan memenuhi peraturan sesuai dengan kondisi daerah yang melaksanakan Syariat Islam dan memenuhi fatwa tentang syarat-syarat keramaian sesuai keputusan MPU Aceh nomor 6 tahun 2003.

Dalam pernyataan tersebut, kata Illiza, penyelenggara telah menyatakan tunduk sesuai dengan aturan yang berlaku seperti, penonton maupun para pemain atau pemegang peran dalam pertunjukan tidak bercampur antara laki-laki dan perempuan, materi, bentuk, cara penampilan tidak menjurus maksiat, pornografi, tidak membawa kepada syirik, merusak aqidah, melecehkan agama dan moral.

Selanjutnya panitia, pemain, pelayan dan penonton harus berpakaian menutup aurat, sopan, layak dan tempat acara penonton pria dan wanita dipisahkan, diatur secara baik dan pantas.

"Namun jika dalam pelaksanaan di lapangan ternyata tidak sesuai dengan pernyataan yang telah dibuat kami kira ini kesalahan dari penyelenggara dan Pemko akan mengevaluasi panitia pelaksana," kata Illiza.

Ditegaskannya, kasus ini hendaknya menjadi pengalaman dan pelajaran untuk ke depannya pelaksanaan kegiatan serupa harus sesuai dengan Syariat Islam.

"Pola pengawasan untuk kegiataan seperti ini akan terus kita perbaiki, dalam SOP harus dipastikan tentang jaminan kepatuhan penyelenggara untuk pemisahan antara penonton perempuan dan laki-laki,"kata dia.

Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh EO hendaknya harus sesuai dengan norma-norma Islam dan kearifan lokal.

"Budaya Islami dalam segenap aktifitas masyarakat di tempat-tempat umum terutama dalam penyelenggaraan kesenian perlu kiranya didukung dan terus ditumbuhkan dengan tidak mengabaikan ketentuan yang telah ditetapkan,"katanya.

Atas kejadian itu kata Illiza, Pemko memberikan sanksi kepada penanggungjawab kegiatan tidak boleh melaksanakan kegiatan selama dua tahun di Banda Aceh. Panitia juga diminta untuk membuat permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat melalui media.

SP

Komentar

Loading...