Unduh Aplikasi

Penyebab Stock Obat-obatan di RSUDTP Abdya Kosong

Penyebab Stock Obat-obatan di RSUDTP Abdya Kosong
ACEH BARAT DAYA - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rumah Sakit Umum Teuku Peukan (RSUTP) Azhari, menjelaskan kekosongan obat-obatan di rumah sakit di sebabkan oleh sistim pembelian dan pengadaan obat rumah sakit melalui e-katalog.

"Dulu tidak pernah terjadi kekosongan stok beberapa jenis obat-obatan, tetapi setelah berlakunya peraturan presiden (Perpes) wajib e-kataloq semua menjadi susah," ungkap PPK RSUTP Abdya, Azhari kepada AJNN, Selasa (2/8) di Blangpidie.

Menurutnya, pembelian secara e-kataloq sudah ditentukan mulai dari perusahan penyedia, jenis obat hingga distributornya sehingga peran pihaknya hanya membuat kontrak sesuai ketentuan.

"Pembelian secara e-kataloq memang murah, yang susahnya kalau tidak adanya barang yang tersediakan terpaksa harus menunggu, itupun kalau ada jika tidak harus bagaimana," ujarnya.

Untuk menutupi kebutuhan obat, Azahari mengaku selama ini terpaksa harus membeli obat non katalog diluar asalkan harga pembeliannya sama dengan harga yang tercantum di e-katalog.

“Untuk antisipasi kelangkaan obat di rumah sakit. Kami terus berupaya mencari dan membeli obat-obat jenis tersebut secara non katalog. Cuma butuh waktu lama karna harga yang kami beli sesuai harga e-katalog,”katanya

Untuk tahun ini, kata Azhari, anggaran pembelian obat yang di anggarkan sebesar Rp 12 miliar yang bersumber dari Anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Jadi, kami tidak pernah terlambat membayarnya. Cukup banyak obat-obatan yang kosong, seperti Ranitidin, Deksametason, Garam Oralit, Asering infus, Clindamcin, Setrizin kapsul, Irbesartan tablet, Simvastatin scoret, Amlodipin tablet, Aminofluid, Ampiren, KA EN 1B. KA ENMG3 dan masih banyak jenis obat-obat lainnya,” tuturnya.

Kemudia kata dia, selama ini pihaknya telah berusaha dan berupaya menghubungi pihak distributor di Banda Aceh, dan di Medan Sumatera Utara terkait kebutuhan obat-obatan tersebut, namun, mereka beralasan saat ini obat-obat jenis tersebut tidak ada barang di pabrik.

“Pihak distributor selalu beralasan obat belum dikirim ke pihaknya oleh penyedia E-Katalog. Mereka beralasan obat tidak ada barang di pabrik. Jadi, bukan kami saja kekosongan obat, rumah sakit lain pun demikian,” ungkap Azhari. 

Komentar

Loading...