Unduh Aplikasi

Penyebab Bentrokan Dua Kabupaten di Aceh Singkil

Penyebab Bentrokan Dua Kabupaten di Aceh Singkil
Lokasi pasca bentrokan. Foto: Edi Putra
ACEH SINGKIL - Bentrokan berdarah yang melibatkan dua kelompok masyarakat di dua kabupaten yakni Tapanuli Tengah dan Aceh Singkil yang terjadi di Dusun Perti, Kampong Lae Balno Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil murni dilatarbelakangi perebutan lahan persawahan yang alas haknya belum jelas.

Hal itu sebagaimana informasi yang berhasil dihimpun AJNN disela-sela pertemuan antara warga dangan pemerintah kedua kabupaten, Rabu (31/8) di Aula PT. Nauli Sawit, Desa Pagaran Baru, Kecamatan Manduamas, Tapanuli tengah.

Salah seorang warga Sinaga , mengatakan persoalan saling klaim lahan itu sudah terjadi sejak setahun belakangan ini, dan hal tersebut telah disampaikan kepada pemerintah. Namun belum mendapat tanggapan. Sinaga mengaku para petani telah menggarap lahan persawahan itu sejak tahun 1976 , hanya saja mereka memang tidak memiliki alas hak.

"Kami sudah menanami lahan itu sejak tahun 1976, tapi mereka yang dari Aceh itu mengaku sudah memiliki lahan itu sejak tahun 1940, kami memang tidak punya surat, kami ini hanya menggarap sawah itu. Mereka terus melakukan perluasan sehingga kami tidak lagi bisa menanam padi," kata Sinaga.

Hal senada juga disampaikan oleh Nurima br Manik petani lainya. Dirinya bahkan mengaku sering mendapat intimidasi dari pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Nurima mengaku tak mempersoalkan kepemilikan lahan sebab ia hanya menanam padi di areal itu

"Saya sering diganggu saat menanam padi, tapi kami sudah lama menggarap lahan sawah ini. Saya tidak tahu apakah sawah ini milik orang dari Aceh itu atau ada orang lain, saya hanya menanam padi," kata Nurima.

Seperti di beritakan sebelumnya, bentrokan antar dua kelompok warga desa Lae Balno Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil dan warga Desa Saragih Timur dan Barat, Desa Tambahan Nanjur dan Sarma Nauli Kecamatan Manduamas ,Tapanuli Tengah yang terjadi di Dusun Perti itu mengakibatkan tiga sepeda motor dan dua gubuk dibakar serta tiga orang mengalami luka bacok

Baca: Pasca Bentrok, Pemerintah Aceh Singkil dan Tapteng Sumut Gelar Pertemuan

Masing-masing dua orang warga Lae Balno (Toko Berutu dan Lasniroha Meha). keduanya mengalami luka bacokan serius sehingga harus dirujuk ke Rumah sakit di Medan Sumatra Utara, sedangkan warga Saragih yang mengalami luka atas nama Belprima, satu nama lain yang dikabarkan mengalami luka adalah Muler Berutu keduanya warga Saragi, Kecamtam Manduamas.

Sementara itu Kapolsek Manduamas AKP Enda Iwan Trg, mengatakan persolan penegakan hukum terhadap pelaku kerusuhan telah diserahkan kepada Polres Aceh Singkil, hal itu dikarenakan lokasi kejadianya berada di wilayah hukum Aceh Singkil.

"Locus delicti nya di wayah hukum Polres Aceh Singkil, sehingga kami sifatnya hanya membantu," ujar Enda Iwan.

Pantauan AJNN, meskipun kondisi telah kondusif, namun aparat kepolisian dan TNI masih terlihat berjaga-jaga disekitar lokasi kejadian.

Komentar

Loading...