Unduh Aplikasi

Penumpang Sepi, Loket Angkutan Terminal Meulaboh Terancam Tutup

Penumpang Sepi, Loket Angkutan Terminal Meulaboh Terancam Tutup
Ilustrasi. Foto: Perhubungan.bandaacehkota.go.id

ACEH BARAT - Sejak mewabahnya Coronavirus Disease (Covid 19), awak angkutan penumpang terminal bus meulaboh terancam bangkrut. Pasalnya selama satu bulan terakhir jumlah penumpang angkutan menurun drastis.

Bahkan sehari-harinya tidak ada penumpang yang berangkat. Kodisi ini dirasakan baik oleh Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP).

Juni Afrizal salah seorang petugas loket angkutan penumpang tujuan Meulaboh-Banda Aceh mengungkapkan, sejak wabah Covid-19 melanda terkadang dalam satu hari tidak satu penumpang yang mereka dapat, padahal sebelumnya mereka memiliki jadwal tiga kali berangkat setiap hari.

“Kami kadang-kadang satu hari kosong total sopir tidak ada yang berangkat. Kadang-kadan ada satu orang. Mau tidak mau terkadang supir paksakan berangkat karena berharap dari Banda Aceh tujuan Meulaboh ada yang berangkat,” kata Juni Afrizal.

Pria yang akrab disapa Bang Dai, di terminal angkutan Meulaboh tersebut, menyebutkan sepinya penumpang lantaran warga yang hendak melakukan perjalanan khawatir dengan kondisi yang terjadi saat ini.

Terkadang, kata dia, kalaupun ada mobil yang berangkat, tambahan biaya perjalanan mulai dari minyak hingga makan para supir di perjalanan diperoleh dari paket yang dititip oleh masyarakat melalui loket.

“Nah kadang-kadang yang kami alami ya seperti ini. Sepinya penumpang membuat kami pekerja baik petugas loket maupun supir tidak ada penghasilan. Jujur saya bilang uang kopi pun sekarang tak sanggup kami bayar lagi,” sebutnya.

Meski demikian, kata Bang Dai, pihaknya tetap terus berupaya membuka loket pelayanan bagi penumpang, berharap ada penumpang yang berangkat.

Dengan kondisi itu, kata dia, tidak perlu dilakukan imabuan untuk dilakukan physical distancing lantaran memang angkutan mereka sepi penumpang.

Disebutkannya jika kondisi itu terus terjadi, maka tidak tertutup kemungkinan dalam waktu seminggu kedepan loket angkutan tutup, dengan kondisi jumlah penumpang yang menurun hingga sepuluh persen.

“Saat ini untuk di loket kita ada sekitar sembilan mobil angkutan yang selama ini beroperasi terpaksa digudangkan,” sebutnya.

Komentar

Loading...