Unduh Aplikasi

Penjual Pupuk Bersubsidi Mengeluh, Distributor Minta Uang Jaminan Rp 20 Juta

Penjual Pupuk Bersubsidi Mengeluh, Distributor Minta Uang Jaminan Rp 20 Juta
Pertemuan antara penjual pupuk bersubsidi dengan DPRK Pidie. Foto: AJNN.Net/Salman

PIDIE - Belasan pemilik kios pengecer pupuk bersubsidi mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie. Mereka mengadu mahalnya uang jaminan yang diwajibkan pihak distributor hingga mencapai Rp 20 juta untuk menebus pupuk subsidi jenis urea.

Dihadapan anggota dewan komisi II DPRK Pidie dan pihak Dinas Pertanian dan Pangan setempat di ruang sidang paripurna, Rabu (8/11), mereka menyampaikan keberatan dengan besaran uang jaminan yang diwajibkan pihak distributor untuk menebus pupuk bersubsidi.

"Kami selaku pengecer sangat dirugikan dengan keputusan pihak distributor yang mengwajibkan uang jaminan penebusan pupuk bersubsidi mencapai Rp 20 juta. Keputusan yang diambil pihak distributor juga sepihak tidak pernah mendengar pendapat kami dan petani," ungkap salah satu pengecer resmi pupuk bersubsidi asal Kecamatan Tangse, Syahril.

Untuk itu, pihaknya mendesak dewan khususnya anggota Komisi II DPRK Pidie agar segera menindaklanjuti keluhan para pengecer pupuk bersubdi dan petani dengan keputusan sepihak distributor.

Menanggapi keluhan para penggecer pupuk bersubsidi, Ketua Komisi II DPRK Pidie Fauzi Jamil mengatakan, dalam waktu dekat ini akan segera memanggil pihak distributor serta dinas terkait untuk mencari solusi terkait berasaran uang jaminan penebusan pupuk bersubsidi.

Baca: PT PIM Pastikan Stok Pupuk Subsidi Cukup hingga Lima Bulan Kedepan

"Jika ini terus dibiarkan berlarut-larut tentunya yang dirugikan petani kita di Pidie," katannya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Zulkifli mengatakan, pihaknya tidak bisa mencampuri uang anggunan yang diwajibkan kepada pengecer oleh pihak distributor, pasalnya itu merupakan komitmen antara kios pengecer dengan pihak distributornya masing-masing.

"Kalau persoalan komitmen mereka terkait uang jaminan kita tidak mencampuri karena itu internal mereka," ujarnya.

Dihadapan para pengecer, Zulkfili menuturkan, pada pekan lalu, di Aula Dinas Pertanian dan Pangan, pihaknya telah duduk bersama dengan semua distributor pupuk bersubsidi terkait anggunan yang diwajibkan kepada pengecer untuk penembusan pupuk pada tahun ini, namun saat itu belum ada kesimpulan.

"Para pengecer terlalu cepat mengambil kesimpulan dengan mengatakan besaran uang anggunan yang diwajibkan tanpa menanyakan dulu kepada kami. Padahal itu baru wacana pihak distributor. Dalam hal ini kami juga tidak memihak kepada distributor," kata Zulkifli.

Komentar

Loading...