Unduh Aplikasi

Penjual Daging di Komplek Pasar Binar Usaha Meulaboh Sepi Pembeli

Penjual Daging di Komplek Pasar Binar Usaha Meulaboh Sepi Pembeli
Penjual daging di komplek pasar daging KPBU Meulaboh. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Pedagang daging kerbau dan sapi di Komplek Pasar Bina Usaha (KPBU) Meulaboh, mengelu karena sepi pembeli. Bahkan suasana tersebut sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, kalau pada tahun-tahun sebelumnya para penjual daging kebutuhan meugang bisa menyembelih enam hingga delapan ekor sapi atau kerbau, namun pada tahun ini hanya satu ekor.

Sepinya pembeli daging untuk kebutuhan meugang Ramadan kali ini dipengaruhi oleh wabah Coronavirus Disease (Covid-19), dimana para pedagang daging dadakan menjual daging di desa-desa, sesuai dengan imbauan Pemkab Aceh Barat, untuk menghindari kerumunan atau pemberlakukan physical distancing.

Salah seorang pedagang daging, Alwi mengatakan, sepinya pembelian daging tahun ini karena banyak pedagang daging membuka lapak di desa-desa.

“Untuk kali ini sepi. Kalau biasanya kami potong lima hingga delapan ekor, kali ini cuma satu ekor. Karena banyak yang jual daging meugang di desa-desa sesuai dengan intruksi bupati,” kata Alwi, Rabu (22/4).

Akibat sepinya pembeli, kata Alwi, satu ekor kerbau yang disembelih hingga jelang siang belum habis terjual. Apalagi para pembeli daging kebanyakan bukan khusus membeli daging, tapi membeli kebutuhan bumbu dapur dan kebutuhan lainnya

Terkait harga daging, ia mengaku variatif, bahkan pada siang hari harganya turun dibandingkan pada pagi hari.

“Untuk harga kalau pagi tadi kami jual Rp 170 ribu hingga Rp 180 ribu, siang ini harganya Rp 160 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogramnya,” ungkapnya.

Dari pantauan AJNN, penjualan daging kali ini juga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya pedagang daging kagetan menjual daging memenuhi bahu jalan H.Daod Dariyah II, namun kali ini penjualan daging hanya ada di komplek pasar daging KPBU Meulaboh.

Komentar

Loading...