Unduh Aplikasi

Penjual Daging dan Warga di Pasar Pidie Abaikan Protokol Kesehatan

Penjual Daging dan Warga di Pasar Pidie Abaikan Protokol Kesehatan
Penjual daging dan pembeli di Pasar Pidie. Foto: AJNN/Salman

PIDIE - Pelaksanaan meugang di Pidie menyambut bulan suci Ramadan 1441 Hijiriah berlangusung normal, namun tidak mematuhi imbauan yang dikeluarkan pemerintah setempat melalui Disperndagkop dan UKM untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Dalam imbauan itu disebutkan, setiap pengunjung wajib memakai masker, begitu juga penjual daging, selain masker juga wajib memakai sarung tangan. Antara meja penjual daging diatur harus berjarak tiga meter, kemudian lapak penjual daging pada bagian depan harus memasang plastik transparan.

Pantaun AJNN di pasar Pente Teungoh, Kecamatan Kota Sigli, Selasa (22/4) masih sedikit pembeli tidak mengunakan masker, begitu juga penjual daging. Selain itu lapak penjual daging pada bagian depan tidak terpasang plastik transparan.

Sementara harga daging di pasar megang menjelang siang tadi dijual per kg Rp 150 ribu, harga tersebut lebih murah dibandingkan pagi tadi yang dijual dengan harga Rp 170 ribu per kg.

"Kondisi meugang kali ini sepi pembeli mungkin karena terpengaruh dengan virus corona" kata salah satu penjual daging di pasar Pante Teungoh.

Hingga berita ini diturunkan, AJNN belum memperoleh tanggapan dari Kepala Disperndagkop dan UKM Pidie Zulkifli terkait pengunjung pasar dan penjual daging tidak mematuhi imbauan yang telah dikeluarkan. Meski telah dihuhungi melalui selulernya, namun tidak tersambung.

 

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...