Unduh Aplikasi

Penjelasan Sekretariat DPRA Soal Foto Presiden dan Wapres Dinilai Tak Masuk Akal

Penjelasan Sekretariat DPRA Soal Foto Presiden dan Wapres Dinilai Tak Masuk Akal
Poster Presiden dan Wapres yang dicetak menggunakan kertas spanduk. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Sekolah Antikorupsi Aceh (SAKA) menilai penjelasan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait foto Presiden dan Wakil Presiden yang dicetak dari kain spanduk tidak masuk akal.

Kepala SAKA, Mahmuddin melihat fakta berdasarkan gambar yang telah dipublikasikan media massa justru berbanding terbalik dengan klarifikasi Sekretariat DPRA.

Baca: Foto Pajangan Presiden dan Wapres di DPRA Dicetak Pakai Kertas Spanduk

Mahmuddin mengatakan, alasan yang tidak masuk akal adalah ketika Sekretariat DPRA mengatakan bahwa foto yang dicetak dari kain spanduk tersebut sebagai contoh ukuran, namun yang diprint dan dibingkai malah lebih dari satu.

"Seharusnya kalau untuk contohcukup satu saja yang diprint, tidak harus banyak. Alasan mereka tidak logis," kata Mahmuddin kepada AJNN, Sabtu (26/10).

Terkait hal ini, Mahmuddin menduga ada permainan untuk mendapatkan keuntungan dari pengadaan percetakan foto resmi kepala negera tersebut. Apalagi foto yang diprint menggunakan kertas spanduk itu sudah cukup banyak.

Baca: Klarifikasi Sekretariat DPRA Soal Cetakan Foto Pajangan Presiden dan Wapres

"Kita menduga ini ada permainan. Apalagi saya lihat sekarang pihak Sekretariat DPRA sudah mulai mencari alasan atas kesalahan percetakan itu," ujarnya.

Bahkan, lanjut Mahmuddin, dirinya meyakini jika persoalan foto ini tidak terbongkar ke publik, maka besar kemungkinan foto dari bahan spanduk tersebut tetap dipajang.

"Jangan-jangan, apabila ini tidak terbongkar ke media, foto itu tetap dipajang dan tidak dibuka lagi," tutur Mahmuddin.

Sebelumnya, sejumlah jurnalis melihat foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk pajangan ke setiap ruangan di gedung DPRA dicetak menggunakan kertas spanduk, bukan kertas foto atau kertas standar lainnya untuk sebuah poster.

Lalu, Sekretariat DPRA memberikan klarifikasi bahwa foto yang telah dicetak menggunakan kertas spanduk atau baliho hanya sebagai contoh untuk ukuran cetakan sebelum dibawa ke studio, sehingga lebih tepat.

Komentar

Loading...