Unduh Aplikasi

Penjelasan Plt Gubernur Terkait Realisasi Dana Recofusing Rp 2,3 Triliun

Penjelasan Plt Gubernur Terkait Realisasi Dana Recofusing Rp 2,3 Triliun
Plt Gubernur Aceh menghadiri rapat paripurna DPRA menjawab pertanyaan atas interpelasi lembaga legislatif Aceh. Foto: AJNN/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah akhirnya menghadiri rapat paripurna DPRA untuk menjawab pertanyaan atas interpelasi lembaga legislatif Aceh tersebut, Jumat (25/9). 

Dalam jawaban yang dibacakan Plt Gubernur Aceh, ada 16 pertanyaan yang sebelumnya diajukan DPRA terkait interpelasi tersebut. 

Nova Iriansyah dalam jawabannya mengatakan pada prinsipnya sangat menghargai hak yang digunakan oleh anggota dewan yang terhormat untuk meminta keterangan atau disebut juga hak interpelasi guna melaksanakan fungsi pengawasan. 

"Saya prinsipnya menghargai hak interpelasi sesuai dengan fungsi pengawasan DPRA dan menjadi bahan dalam penetapan pelaksanaan kebijakan gubernur," kata Nova Iriansyah. 

Dalam jawabannya, Nova Iriansyah menjawab 16 pertanyaan yang diajukan DPRA terkait hak interpelasi itu, mulai dari dana recofusing hingga masalah gebrak masker. 

Nova menyampaikan terhadap jumlah dana refocusing anggaran yang semula disampaikan sebesar Rp 1,7 triliun berubah menjadi Rp 2,3 triliun, itu dikarenakan jumlah pendapatan transfer Pemerintah Aceh pada awalnya belum ada kepastian, sehingga jumlah refocusing anggaran yang semula direncanakan Rp1,7 Triliun masih belum final dan dapat berubah sesuai kondisi dan kebutuhan prioritas.

"Kemudian Pemerintah Aceh melakukan rasionalisasi kembali pagu dari SKPA-SKPA terhadap kegiatan-kegiatan yang sebelumnya diperkirakan dapat dilaksanakan, hasil rasionalisasi tersebut menjadi Rp2,3 triliun," ungkapnya. 

Adalun rincian peruntukan dana tersebut yakni untuk bantuan keuangan bersifat khusus kepada 23 kab/kota untuk antisipasi dan penanganan dampak penularan Covid-19 dengan total anggaran Rp 300 miliar. 

Belanja hibah kepada Pemerintah sebesar Rp80 miliar, hibah kepada 150 OKP dan Ormas sebesar Rp15 miliar, hibah kepada PMI Kota Banda Aceh Rp6,5 miliar, bansos dampak ekonomi dan social safety net Rp1,502 triliun, bidang ekonomi Rp200 miliar dan social safety net Rp1,3 Triliun.

Selanjutnya, bantuan sosial tidak terencana, dilakukan penambahan sebesar Rp7,4 miliar menjadi Rp20 miliar, dari Rp12,5 miliar. 

Belanja Tidak Terduga, dilakukan penambahan sebesar Rp326,7 miliar, sehingga menjadi Rp445 miliar dari Rp118,8 miliar, pencairan BTT telah dilakukan dari tahap satu sampai dengan tahap enam.

Adapun realisasinya hingga saat itu, Nova menyampaikan bantuan keuangan bersifat khusus kepada 23 kab/kota untuk antisipasi dan penanganan dampak penularan Covid-19 denan total anggaran Rp 300 miliar, baru terealisasi 66 persen yakni baru 16 kab/kota.

Kemudian belanja hibah kepada pemerintah realisasi 0 persen, hibah kepada 150 OKP dan Ormas, realisasi 0 persen. Saat ini sedang dilakukan identifikasi data penerima, agar tidak terjadi tumpang tindih dengan BLT dari Pemerintah Pusat dan BUMN lainnya. 

Hibah kepada PMI Kota Banda Aceh realisasi 0 persen, bantuan sosial dampak ekonomi dan sosial safety net, realisasi 0 persen, belum adanya realisasi dikarenakan akan digunakan jika terjadi PSBB di Aceh dan itupun apabila dana tersebut ditransfer oleh Pemerintah Pusat ke Aceh. 

Alasan selanjutnya program social safety net merupakan kebijakan nasional sehingga sangat hati-hati untuk merealisasikan dana dimaksud untuk menghindari tumpang tindih.

Bantuan sosial tidak terencana, untuk saat ini sudah direalisasikan sebesar 16 persen yang diperuntukan untuk membantu mahasiswa Aceh di luar negeri dan dalam negeri yang terdampak Covid-19. 

Belanja Tidak Terduga (BTT), sampai saat ini telah terealisasi sebesar 29 persen. 

Nova menjelaskan setiap pencairan atau penggunaan Dana BTT selalu didampingi 
oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yaitu BPKP dan Inspektorat. 

"Pengawasan dana Covid-19 juga telah dibuat kesepakatan antara BPKP, Kejaksaan Tinggi Aceh," ujarnya. 

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...