Unduh Aplikasi

Pengungsi di Pedalaman Pidie Jaya Kurang Perhatian

Pengungsi di Pedalaman Pidie Jaya Kurang Perhatian
Kondisi pengungsi di Mayang Lancok, pedalaman Pidie Jaya. Foto: Muksal Mina

PIDIE JAYA - Pengungsi di pedalaman yang belum berani tidur di rumah hingga saat ini masih tidur di bawah terpal. Hal itu praktis membuat kesehatan pengungsi akan melemah, terutama anak-anak yang masih balita.

Hal itu dikatakan oleh seorang tokoh pemuda Lancok, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Tgk Masrijal. Dari itu, katanya warga Lancok masih sangat membutuhkan tenda pengunsi.

"Hingga sekarang kami masih tidur di bawah tenda dengan terpal. Kami belum berani tidur di rumah karena kami masih trauma, apalagi sering terjadi gempa susulan," ungkap Tgk Masrijal kepada AJNN, Sabtu (10/12).

Menurutnya, masyarakat pedalaman seharusnya mendapat perlakuan yang sama dengan pengungsi yang dekat dengan pusat Ibu Kota Pidie Jaya. Setahunya, Pengungsi yang dekat dengan Ibu Kota Pidie Jaya lebih mendapat perhatian serius dari pemerintah.

"Pengungsi lain tidur di bawah tenda penampungan, kami di pedalaman tidur di bawah tenda terpal seadanya. Kalau hujan turun seperti semalam masyarakat kami terpaksa tidur dalam gerimis dan becek.

"Meupadup malam treuk nye lagei nyoe, aneuk miet can payah peujeb ie sira sang, (Beberapa malam lagi seperti i, anak kecil terpaksa minum air garam," ujarnya dengan nada kecewa.

Informasi dari berbagai sumber AJNN, masyarakat di pedalaman Pidie Jaya hingga saat ini masih sangat mengharapkan tenda pengungsi. Karena empat hari setelah gempa melanda kabupaten tersebut, masih banyak pengungsi tidur di bawah terpal dan tidak berdinding.

Komentar

Loading...