Unduh Aplikasi

Pengukuran tanah di Sabang, dihadang TNI AL

Pengukuran tanah di Sabang, dihadang TNI AL
Jpeg
SABANG - Sengketa tanah antara masyarakat dan TNI AL di Gampong Cot Ba U Kecamatan Sukajaya Kota Sabang belum mendapatkan titik temu, padahal pagi tadi perwakilan Ombusman Republik Indonesia (RI) perwakilan Aceh sudah turun langsung kelapangan, Rabu 10 Desember 2014.

Pantauan AJNN siang tadi Pukul 11.44 Wib dilapangan, tepatnya di tanah bersengketa itu sudah hadir langsung Kepala Ombusman RI perwakilan Aceh, Dr. Taqwadin bersama partnersnya, Kepala Badan Pertahanan Negara (BPN) Kota Sabang, T. Fadil Fadli yang turut didamping oleh beberapa pengawainya, Keuchik Gampong Cot Ba U, Ayah Nan, keluarga yang melaporkan ke Ombusman dan puluhan TNI AL.

Pihak keluarga sudah mengurus sertifikat tanah ke BPN, tapi pihak BPN tak kunjung mengeluarkan sertifikat karena ada sanggahan dari TNI AL. Untuk mendapatkan keadilan terhadap hak tersebut, masyarakat melaporkan persoalan ini kepada Ombusman, Kata Dr. Taqwadin Perwakilan Ombusman RI Wilayah Aceh, Rabu (10/12).

"Berkas kepemilikan sudah diserahkan sama Ombusman, makanya kami turun kelapangan dan kami sudah menyarankan kepada pihak BPN agar dapat memproses kembali terkait sertifikan kepemilikan tanah sengketa itu," Katanya

kemudian tambahnya, tanah sengkata itu luasnya sekitar 2 Ha, kedua belah pihak (Nuraini dan TNI AL) mengaku sebagai pemilik tanah, namun, Ibu Nuraini memberikan kuasa kepada M. Nur melaporkan persolan ini kepada Ombusman yang berkantor di Banda Aceh. Kehadiran Ombusman kelapangan bersama BPN dan aparutur Gampong untuk mengukur tanah sengketa.

"Kami bersama Badan Pertahan Negara (BPN) dan aparatur Gampong hendak mengukur tanah yang sengketa antara masyarakat dalam hal ini Ibu Nuraini dan TNI AL," Katanya.

Dr. Taqwadin dilapangan mengatakan, Ombusman, BPN dan TNI AL merupakan pejabat negara harus bersikap bijak terhadap polimik ini agarĀ  persoalan ini tidak terus berlanjut dan mendapat titik temu.

"Kedua belah pihak memiliki surat kepemilikan". ujarnya dilapangan.

TNI AL merupakan alat negara dan sudah seharusnya aset negara dipertahankan, dan kalau mau mengukur tanah bawa kepegadilan dulu kata, TNI AL Mayor Idral Filter yang turut didamping oleh Komandan Danpomal, Mayor Syahruddin, Mayor Muhammad Akbar (Pasintel) dan beberapa TNI AL lainnya.

"Kami ini alat negara, yang berasal dari rakyat dan TNI AL tidak ingin menyakiti masyarakat, kalau ada persoalan biarkan diselesaikan oleh pengadilan," Katanya.

Tambah Mayor Idral Filter, TNI tidak boleh memiliki sejengkal tanah pun apalagi lebih, dan yang dipertahankan ini bukan prajurit, tapi tanah negara lagian TNI AL memiliki surat kepemilikan juga.

"Kami minta maaf kepada semua pihak, bahwa sanya terkait sengketa tanah ini, TNI AL tidak mau ribuk dengan masyarakat. kalau pihak pelapor meraka memiliki tanah ini bawakan sawa persoalan ini ke Pengadilan, nantinya seandainya pengadilan memutuskan tanah ini milik anda kami juga akan menerimanya dan tidak akan mengganggu". Jelasnya.

Kepala BPN Kota Sabang, T. Fadli Fadil mengatakan, persoalan ini biarkan diselesaikan oleh pengadilan, kami hanya berwewenang mengeluarkan sertifikat kepemilikan tanah dan tidak berhak mengadili apalagi memutuskan kepemilikan.

"Kami mengeluarkan sertifikan tanah jikalau tidak ada sengketa, terkait persoalan ini kita tunggu saja putusan pengadilan". ujar T. Fadli Fadil.

IRMAN

Komentar

Loading...