Penghasilan Nelayan Udang Lobster Lut Tawar Turun Selama Pandemi Covid-19

Penghasilan Nelayan Udang Lobster Lut Tawar Turun Selama Pandemi Covid-19
Nelayan Lut Tawar, Paman Peri sedang menaikan tangkapan (perangkap) Udang Lobster. Foto: AJNN/Suar.

ACEH TENGAH - Dampak Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) terasa hampir disemua  sektor ekonomi masyarakat, tak hanya pengusaha besar, dampak Pandemi Covid-19 juga dirasakan oleh para nelayan Lut Tawar, Takengon Kabupaten Aceh Tengah.

Safrial (59) warga desa Ketunjung, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, mengaku jika selama pandemi Covid-19 penghasilan dari berburu udang Lobster di Lut Tawar menurun drastis.

Katanya, harga jual udang Lobster mengalami penurunan lebih setengah jika dibandingkan pada saat sebelum Covid-19.

"Kalau sekarang harga jualnya cuma Rp 35 ribu perkilo. Sementara harga jual Udang Lobster sebelum Covid-19 bisa mencapai Rp 120 ribu perkilo," ungkap Safrial kepada AJNN, Selasa (29/12).

Pria yang akrab disapa Paman Peri tersebut mengatakan, turunnya harga jual Udang Lobster ditengah pandemi Covid-19 dikarenakan kurangnya penampung dan terhentinya ekspor ke negara luar.

"Dulu sebelum Covid-19 Udang Lobster ini dikirim sampai ke Malaysia, kalau sekarang paling jauh hanya ke Medan, Sumut," ungkap Paman Peri.

Selain itu, menurut pria keturunan Padang, Sumbar yang sudah lama menetap di Takengon itu juga mengaku jika dalam sehari ia bisa mendapatkan 3 hingga 6 kilo Udang Lobster dengan 20 tangkapan (perangkap) yang di pasang di tepi Lut Tawar.

"Paling banyak sehari bisa dapat 5 hingga 6 kilo jika sedang ada ombak, karena kalau ada ombak Udangnya pada keluar, sementara jika cuacanya biasa aja hanya dapat sekitar 3 kiloan perhari," pungkas Paman Peri yang sudah 2 tahun berburu udang Lobster di Danau Lut Tawar, Takengon.

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini