Unduh Aplikasi

Pengemis di Aceh Utara masih marak

ACEH UTARA -Meski dilarang, pengemis di kota Lhoksukon Aceh Utara semakin marak, banyak dari masih dibawah umur.

Seperti yang sering terlihat di seputaran pasar buah kota Lhoksukon, mereka meminta-minta kepada pengguna jalan, warungkopi dan pedagang buah.

Salah seorang aktifis, Hasan Tripa kepada AJNN mengatakan anak dibawah umur masih berkeliaran di pusat kota Lhoksukon.

"Mereka meminta-meminta kepada pengunjung pasar di kawasan itu, hal ini sangat disayangkan," katanya.

Menurutnya, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja harus segera menanggapi hal ini karena tidak sewajarnya anak dibawah umur dibiarkan mengemis.

"Dan orang tua juga harus betul-betul mengawasi anaknya di usia dini untuk mendapatkan pendidikan bukan di jadikan ladang bisnis oleh orang tertentu," ujar Hasan.

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena tidak berjalannya Perda tentang pengemis dan gelandangan yang sudah di dodok DPRK setempat.

"Perda ini tidak mudah membuatnya, biayanya mahal. Kita pertanyakan kinerja Dinsos dan Satpol PP. Penertiban gepeng ini tidak mau setengah-tengah dan harus berkesinambungan,"katanya.

RAJALI

Komentar

Loading...