Unduh Aplikasi

Pengelola Restribusi, Pedagang dan Mahasiswa Musyawarah Soal Pungli di Pasar Inpres

Pengelola Restribusi, Pedagang dan Mahasiswa Musyawarah Soal Pungli di Pasar Inpres
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Ratusan pedagang dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) serta pengelola restribusi di Pasar Inpres Lhokseumawe menggelar rapat kecil terkait pengutipan anggaran yang terindikasi dilakukan secara illegal oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Musyawarah itu dilakukan karena pengelola restribusi tidak terima terkait investigasi yang dilakukan mahasiswa serta keluhan pedagang yang menyebutkan sering ada pemerasan terhadap mereka oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

Baca: Keluhan Pedagang Kecil di Pasar Inpres: Ada Pajak untuk Preman

Ketua SMUR Riski Rahmatullah Sinabung mengatakan, tidak terima dengan pemberitaan yang keluar di sejumlah media, sesuai dengan hasil investigasi yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Pengelola restribusi menghubungi pihak mahasiswa dan menyelesaikan perkara tersebut dengan mendatangi pedagang di pasar Inpres Lhokseumawe.

“Jadi saat kami dipanggil oleh pengelola restribusi itu, saya jelaskan ke mereka kalau itu merupakan hasil investigasi mahasiswa dan memang terdapat kejanggalan di pasar tersebut yang menimpa para pedagang kecil,” kata Riski kepada AJNN.

Lanjutnya, SMUR sendiri tergerak hati untuk melakukan investigasi tersebut saat membaca berita tentang penggusuran lapak pedagang, setelah itu langsung turun ke lapangan dan memang ada kejanggalan yakni keresahan pedagang terkait indikasi pungutan liar.

“Saya sampaikan ke pengelola itu, kalau itu hanya indikasi, jika memang tidak ada Alhamdulillah, cuma yang disayangkan kalau itu memang benar-benar kejadian, dan ini hanya indikasi bukan berarti menuduh,” jelas Riski.

Riski juga menambahkan, pengelola parkir dan mahasiswa serta seluruh pedagang melakukan rapat musyawarah di Meunasah Pasar Inpres. Namun, dalam rapat tersebut belum ada titik temu karena siang tadi berbenturan dengan kericuhan dan juga tidak satu sepakat.

“Mungkin musyawarah ini akan dilanjutkan kembali esok hari, kita disini hanya memfasilitasi juga mendampingi pedagang, dengan harapan pedagang bisa berjualan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...