Unduh Aplikasi

Pengawasan Usaha Penginapan di Aceh Selatan Diminta Diperketat

Pengawasan Usaha Penginapan di Aceh Selatan Diminta Diperketat
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan dihebohkan dengan penggerebekan hotel yang didalamnya terdapat praktik prostitusi oleh jajaran Polres setempat, pada Minggu (20/10) lalu. Bahkan polisi sudah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus ini, karena berdasarkan hasil pemeriksaan berperan sebagai mucikari.

Menanggapi hal ini Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Banda Aceh, Mitra Saputra meminta Dinas Syariat Islam di kabupaten setempat untuk lebih mengoptimalkan pengawasan terhadap usaha penginapan di Kota Tuan Tapa tersebut.

Ia juga meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP & WH) Kabupaten Aceh Selatan, untuk melakukan pengecekan rutin terhadap hotel maupun penginapan yang beroperasi disana. Hal ini dilakukan menekan terjadinya hal yang memalukan itu terulang kembali.

"Kami meminta Dinas Syariat Islam dan dinas terkait untuk lebih mengoptimalkan pengawasan terhadap usaha penginapan di aceh selatan, dan kalau saja masih ada penginapan yang melegalkan praktik prostitusi ini harus ditindak tegas," ungkap Mitra kepada AJNN, Selasa (22/10).

Baca: Kasus Prostitusi di Aceh Selatan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Sementara itu, ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh Polres Aceh Selatan. Langkah tersebut, dinilai Mitra sangat tepat. Jika praktik-praktik asusila ini dibiarkan, bisa mencoreng nama baik dan dikhawatirkan stigma negatif akan disematkan di kabupaten tertua di lintas barat selatan itu.

Menurutnya, polisi juga bergerak cepat mengungkap kasus ini, hal ini terbukti dalam waktu kurang dari dua hari sudah ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka, karena dari bukti awal pemeriksaan terbukti berperan sebagai mucikari.

"Apresiasi tertingi kami berikan atas apa yang dilakukan jajaran Polres Aceh Selatan. Itu merupakan tindakan nyata aparat kepolisian dalam membumi hanguskan praktik tidak bermoral tersebut," tuturnya.

Selain itu, Mitra juga mengharapkan kepada masyarakat di Aceh Selatan untuk turut aktif melaporkan, jika mengetahui adanya praktik prostitusi serta tindakan kriminal lain yang terjadi kepada pihak berwenang. Ia juga meminta supaya polisi merespon cepat setiap kali adanya laporan dari masyarakat.

"Dalam kasus ini kami harap polisi dapat terus berkerja untuk melakukan pendalaman, agar praktik seperti ini dapat diberantas hingga ke akar-akarnya. Terhadap pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka untuk diproses hukum dan dijatuhi hukuman yang dapat memberikan efek jera," tutupnya.

Komentar

Loading...