Unduh Aplikasi

Pengamat: Pilkada Damai Jangan Sebatas Slogan

Pengamat: Pilkada Damai Jangan Sebatas Slogan
ilustrasi. Foto: Net
BANDA ACEH - Pengamat politik dan keamanan Destika Gilang Lestari berharap pemilihan kepala daerah (Pilkada) damai di Aceh yang didengung-dengungkan saat ini jangan hanya menjadi syarat semata, tetapi harus dilakukan tindakan sampai benar-benar damai tanpa ada kekerasan sedikitpun.

"Pilkada damai itu jangan hanya formalitas saja, tapi harus ditunjukan tindakannya," ucap Destika Gilang Lestari yang juga bekas Koordinator Kontras Aceh itu, Senin (01/8).

Amatan Gilang, selama proses pelaksanaan pilkada sebelumnya, baik itu pada pilkada 2012 atau pemilihan anggota legislatif tahun 2014 lalu. dimana beberapa bulan sebelum pemilihan tingkat kekerasan meningkat.

Untuk itu, sudah seharusnya polisi menangani proses menuju kedamaian dengan berkaca pada pilkada atau pileg sebelumnya.

Kata Gilang, bulan Februari 2017 mendatang Aceh akan melaksanakan pilkada. Menurutnya, tingkat kekerasan biasanya akan terjadi sekitar tiga sampai empat bulan sebelum pemilihan dilaksanakan, maka dari itu antisipasinya sangat diperlukan mulai sejak hari ini.

"Berkaca dari sebelumnya, jika dilihat, eskalasi tingkat kekerasan akan terjadi sekitar tiga atau empat bulan sebelum pemilihan berlangsung," ujarnya.

Dirinya sangat berharap, jangan sampai terjadi kekerasan lagi pada pesta demokrasi kedepan ini. Apalagi jika masyarakat yang tidak bersalah menjadi korban kekerasan oknum yang tidak bertanggungjawab. Kepolisian mesti membangun kerjasama dengan masyarakat, melakukan pendekatan, keamanan untuk menjaga daerah secara bersama.

Gilang meminta kepolisian segera melakukan itu mulai sekarang, karena sudah tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan dan kenyamanan kepada masyarakat.

"Itu memang tugas yang harus betul-betul harus kepolisian jalankan, sehingga tidak terjadi kekerasan pada pilkada mendatang," harap Gilang.

Komentar

Loading...