Unduh Aplikasi

Pengamat: Manajemen Bank Aceh Harus Kembalikan Uang Syarifah

Pengamat: Manajemen Bank Aceh Harus Kembalikan Uang Syarifah
Penyitaan Bank Aceh cabang Sabang. Foto: istimewa
BANDA ACEH – Pengamat perbankan dari Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Amri, menekankan agar manajemen Bank Aceh bertanggung jawab atas kehilangan yang diderita Syarifah Nurhayati. Dana deposito milik warga Sabang itu dicuri oleh karyawan Bank Aceh, seorang pegawai layanan pelanggan. Dari Rp 3 miliar lebih uang yang dititip, hanya tersisa Rp 109 juta di rekening deposito itu. 

Amri juga menyayangkan tindak kriminal yang terjadi di bank itu yang berujung pada penyegelan oleh Pengadilan Negeri Sabang, kemarin. Menurutnya, hal itu menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Aceh.

“Jika salah satu karyawan di dalam (manajemen) bersalah, maka pimpinan Bank Aceh, mulai dari cabang sampai ke dewan komisaris harus bertanggung jawab,” kata Amri kepada AJNN, Jumat (4/3).

Menurut Amri, simpanan dengan nilai di atas Rp 3 miliar harus diketahui oleh dewan komisaris. Sama seperti proses pengambilan kredit, setiap pengajuan di atas Rp 1 miliar harus diketahui oleh komisaris. Jika terjadi kredit macet, maka komisaris harus bertanggung jawab. Ini menjadi tugas komisaris.

Manajemen Bank Aceh, direksi dan komisaris, harus menyadari bahwa pemilik perusahaan itu adalah masyarakat Aceh lewat pemerintah, baik Pemerintah Aceh maupun pemerintah daerah. Bank Aceh bukan milik individu. Bank ini harus bertanggung jawab dengan menuntaskan perintah pengadilan untuk membayar kerugian Syarifah dalam tempo sesingkat-singkatnya.

“Perbankan itu adalah sebuah lembaga yang mengelola kepercayaan. Sudah seharusnya Bank Aceh menjaga kepercayaan nasabah. Tanpa kemampuan menjaga kepercayaan, kredibilitas Bank Aceh akan lenyap,” kata Amri. “Untuk itu Bank Aceh harus mengembalikan uang itu. Jangan jadikan nasabah sebagai korban.”

Komentar

Loading...