Unduh Aplikasi

Pengakuan Tersangka Kasus Penipuan Online Jaringan Provinsi

Pengakuan Tersangka Kasus Penipuan Online Jaringan Provinsi
Polisi memperlihatkan tersangka dan barang bukti. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - FR (25) warga Gampong Teumpok Baroh, Kecamatann Jeumpa, Kabupaten Bireuen, satu dari tiga tersangka yang berhasil diringkus Polres Lhokseumawe karena terlibat kasus penipuan online jaringan provinsi mengaku hanya diberi upah Rp7 juta.

“Saya hanya mendapatkan Rp 7 juta, dari total uang yang ditransfer korban Rp 39 juta,” kata FR kepada awak media saat konfernsi pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (27/2).

Dikatakan FR, tersangka NN (19) narapidana narkoba di rumah tahanan wanita negara Tanjung Gusta, Medan, merupakan adik kandungnya, sementara terhadap ke dua tersangka lain dirinya hanya kenal melalui telepon seluler saja.

“Tugas saya hanya menyediakan rekening saja, ketika ada uang masuk dari korban, lalu segera saya ambil, setelah itu transfer kembali ke rekening mereka (Napi) di LP Medan,” ungkapnya.

Baca: Tiga Napi Narkoba di Lapas Medan Terlibat Sindikat Penipuan Online Jaringan Provinsi

Tiga narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di wilayah Medan, terlibat dalam sindikat kasus penipuan online jaringan provinsi.

Ketiga tersangka yang sudah ditetapkan sebagai DPO Polres Lhokseumawe itu yakni, MW (27), FY (34) napi narkoba di Lapas Simalungun, dan NN (19) napi narkoba di rumah tahanan wanita negara Tanjung Gusta, Medan.

“Ketiga narapidana tersebut saat ini masih di dalam tahanan, karena mereka berhasil memakai handphone di dalam rumah tahanan itu, sehingga bisa melakukan aksinya dengan mulus,” ujar Waka Polres Lhokseumawe Kompol Ahzan, didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, Kamis (27/2).

Komentar

Loading...