Unduh Aplikasi

Pengakuan Syahbandar Calang: Koperasi TKBM Sudah Tiga Kali Rombak Pengurus

Pengakuan Syahbandar Calang: Koperasi TKBM Sudah Tiga Kali Rombak Pengurus
Pejabat Pembuat Komitmen Syahbandar Pelabuhan Calang, Azwana Amru Harahap. Foto: AJNN/Suar.

ACEH JAYA - Syahbandar Pelabuhan Calang mengatakan kepengurusan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Calang Lhok Khubu sudah tiga kali mengadakan rapat perombakan kepengurusan.

"Setahu saya dengan hingga hari ini Koperasi TKBM Pelabuhan Calang Lhok Khubu sudah tiga kali mengadakan rapat perombakan pengurus," kata Kepala Syahbandar Pelabuhan Calang, Andi Laisdi melalui Pejabat Pembuat Komitmen, Azwana Amru Harahap yang dijumpai AJNN, Kamis (10/6).

Katanya, berdasarkan laporan yang diterima, hingga hari ini rapat perombakan kepengurusan Koperasi TKBM sudah dilakukan sebanyak tiga kali senjak koperasi itu berdiri pada November tahun 2019 lalu.

"Sudah tiga kali rombak pengurus, pertama pada rapat pemberhentian saudara Erwin dari ketua Koperasi dan pengangkatan T.Irwansyah sebagai pelaksana tugas Ketua koperasi, serta pengangkatan tiga orang anggota baru yang di SK kan langsung oleh pelaksana tugas ketua koperasi," terang Amru.

Selanjutnya yang kedua pada saat pemilihan ketua koperasi definitif sekaligus peresmian Kantor koperasi yang berada di Desa Sentosa, yang dimenangkan oleh Zamzami, akan tetapi tidak diakui oleh separuh lebih anggota yang hadir pada saat itu karena dianggap saudara T Irwansyah, tidak mengetahui sama sekali rencana akan dilakukannya rapat pemilihan ketua koperasi definitif.

Sementara itu, di depan Pembina Kepala Kantor UPP Calang beserta Kepala Bidang Koperasi Disperindag Aceh Jaya, Zamzami menerima keputusan tersebut dengan harapan akan segera dilakukan pemilihan ulang.

Selanjutnya, pada rapat yang ketiga yaitu yang diadakan di Hotel Pantai Barat Aceh Jaya, yang dihadiri 11 orang anggota koperasi dari 20 orang anggota tetap, dengan tema Rapat Pertanggungjawaban Sisa Hasil Usaha (SHU) Tahun Anggaran 2020 serta pembentukan kepengurusan baru Koperasi.  

Baca: Dualisme Kepemimpinan Koperasi, Bongkar Muat Tiang Pancang PLTU 3-4 di Calang Sempat Terhenti 

Rapat tersebut sesuai dengan informasi dari Zamzami menghasilkan bahwasanya seluruh jabatan kepengurusan di jadikan pelaksana tugas dan bukan definitif sampai dilaksanakannya rapat pertanggungjawaban SHU Tahun Anggaran 2020 kembali dengan hadirnya anggota yang lain.

Masih, kata Amru, berdasarkan keterangan pihak Zamzami, mereka menuntut agar dilakukannya segera pemilihan ketua koperasi yang baru karena memang hasil rapat terakhir yaitu mengangkat  T Irwansyah hanya sebagai pelaksana tugas dan bukan sebagai Ketua definitif. Namun, T Irwansyah terkesan menunda-nunda untuk mengadakan rapat dengan agenda mendefinitifkan atau pemilihan ulang Ketua Koperasi TKBM.

"Ya terkesan menunda-menunda dengan alasan sedang mengurus dokumen koperasi. Tapi faktanya memang benar dia (T nIrwanydah) sedang mengurus dokumen yaitu akte pendirian yang selama ini masih di kantor notaris dan telah diambil serta pengurusan Nomor Induk Koperasi, dan Alhamdulillah telah selesai juga serta ada buktinya," jelas Amru.

Sementara, untuk mediasi antara Zamzami dengan saudara T Irwansyah oleh pembina koperasi yaitu Kepala Pelabuhan Calang beserta Kepala Disperindag Aceh Jaya melalui Kabid Koperasi dan disaksikan oleh salah seorang anggota Polisi Polres Aceh Jaya telah sering dilaksanakan baik secara langsung maupun melalui telepon serta juga pernah mengingatkan agar aturan-aturan koperasi dijalankan sebagaimana yang sudah diamanahkan dalam undang-undang agar koperasi dapat berjalan dengan baik dan dapat mensejahterakan anggota seluruhnya.

"Dalam koperasi itu harus ada keterbukaan, kejujuran serta semua keputusan harus dimusyawarahkan dan anggota koperasi tidak bisa merangkap jabatan, apalagi merangkap pekerjaan yang berhubungan langsung dengan kegiatan di pelabuhan serta wajib membuat Rapat Akhir Tahun (RAT) sebagai bahan evaluasi," tambahnya.

Karena, jika RAT tidak dibuat oleh koperasi, maka pihak Disperindag Aceh Jaya berhak menegur dan memberikan sanksi dengan sanksi terberat bisa dibekukan. 

"Tentu saja bukan itu keinginan kita, karena merintis pembentukan Koperasi TKBM itu tidak gampang, jadi jangan sampai terjadi ketahap itu," pungkas Amru.

HUT Pijay

Komentar

Loading...