Unduh Aplikasi

Pengakuan Pendamping Lokal Desa Korban Pemukulan di Aceh Timur

Pengakuan Pendamping Lokal Desa Korban Pemukulan di Aceh Timur
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH TIMUR - Habil, pendamping lokal desa (Pld) di Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum warga di Desa Alue Muling, Kecamatan Simpang Ulim, mengatakan pemukulan terjadi ketika dirinya hendak memaparkan APBG perubahan 2017, Selasa (2/1), sekitar pukul 23.15 WIB.

Ia menceritakan kejadian bermula ketika rapat terkait pelaksaan proyek yang dilaksanakan keuchik pada tahap awal. Pelaku dan beberapa masyarakat mempertanyakan progres anggaran tahap awal. Sementara, ia hadir dalam rapat tersebut sebagai tim pendamping lokal desa.

"Saat rapat, ada warga yang mempertanyakan tentang APBG, saya sudah berdiri mau membacakan APBG, karena lupa bawa kaca mata, saya suruh sekdes yang membacakannya. Namun ketika saya mau duduk, tiba-tiba pelaku memukul saya dengan lutut," kata Habil kepada AJNN, Rabu (3/1).

Ia menjelaskan keadaan saat itu sudah memanas, bahkan rapatpun dibubarkan. Hendak terkejut saat melihat kebawah, pasalnya sepeda motor miliknya sudah dirusak, namun ia mengaku tidak tahu siapa pelaku pengrusakan sepeda motor miliknya itu.

Baca: Pendamping Lokal Desa di Aceh Timur Diduga Jadi Korban Penganiayaan

"Pasca kejadian saya bersama keuchik dan sekdes melaporkan kejadian itu ke Polsek Simpang Ulim," kata Habil.

Sementara itu, Tim Ahli Kabupaten Aceh Timur Hawari mengaku telah menerima laporan tentang adanya PLD yang mendapatkan perlakuan kasar saat sedang melaksanakan tugas pendampingan di Desa Alue Muling Kecamatan Simpang Ulim.

Ia menegaskan kalau kejadian itu tidak bisa ditolerir. Ia juga mengecam tindakan main hakim sendiri terhadap PLD yang sedang melaksanakan tugas negara, dan meminta kepada pihak kepolisian agar memproses pelaku.

"Jika ada pihak yang merasa kinerja PLD tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, segera buat laporan, bukan dengan kekerasan. Saya mengimbau PLD agar lebih hati-hati untuk kedepan dan tetap melaksanakan tugasnya seperti biasa dan lebih profesionalitas sesuai tupoksinya," ujar Hawari.

Sementara itu, Keuchik Desa Alue Muling M. Dahlan berharap agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Ia juga meminta agar kasus tersebut agar tidak diberar-besarkan.

"Kami sangat berharap agar masalah itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan," kata M. Dahlan.

Sementara itu, apolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Parmohonan Harahap mengaku belum mendapatkan laporan terkait kasus dugaan penganiayaan tersebut.

"Belum ada laporan adun," kata Kasat Reskrim singkat.

Komentar

Loading...