Unduh Aplikasi

Pengakuan Pelaku Pembacokan Keuchik di Aceh Utara

Pengakuan Pelaku Pembacokan Keuchik di Aceh Utara
Polisi memperlihatkan tersangka dan barang bukti di Mapolres Aceh Utara, Kamis (21/6). Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Utara sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi mata terkait kasus pembacokan menggunakan arit dan parang hingga mengakibatkan Rusli Aji (45) Keuchik Gampong Matang Cibrek, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, meninggal dunia.

“Kami sudah memeriksa tiga orang saksi dari warga yang menyaksikan kejadian tersebut,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kabag Ops Kompol Edwin Aldro kepada AJNN, Kamis (21/6).

Kabag Ops menambahkan, menurut keterangan dari saksi yang sudah diperiksa, motif pembunuhan itu terjadi karena ada selisih paham antara korban dengan pelaku, bermula dari masalah kewajiban tersangka untuk menyerahkan zakat padi kepada gampong, sesuai dengan qanun dan resam di gampong itu, sehingga saat itu korban selaku keuchik menegurnya.

“Pelaku terancam pasal 354 ayat 2 dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara,” ungkapnya.

Baca: Dendam, Keuchik Gampong Matang Cibrek Dibacok hingga Meninggal Dunia

Sementara itu, tersangka pembacokan tersebut berinisial IL (38) mengaku tidak bermaksud untuk membunuh keuchik tersebut. Akan tetapi dirinya datang ke sawah hanya bertujuan ingin melihat tanah yang ingin digala (sewa) nya. Namun ditengah perjalanan bertemu dengan korban.

“Lon hana maksud neuk poh keuchik sampe meninggal, tapi lon hoi keuchik lon neuk yu bayeu pade lon yang mate karena sengaja geu seumprot le gop nyan ngon racon (Saya tidak bermaksud membunuhnya, namun saat itu saya panggil keuchik untuk minta supaya dia bayar padi saya yang mati gara-gara di semprot menggunakan racun),” kata tersangka menggunakan bahasa Aceh itu.

Sambungnya, saat perbincangan dan cekcok berlangsung, korban mengambil batu dan melempar tersangka. Kemudian tersangka mengambil parang dan arit yang saat itu digunakan untuk memotong rumput kambing dan juga parang untuk memotong ikan di pasar, lalu ditancapkan ke kepala korban hingga meninggal dunia.

Komentar

Loading...