Unduh Aplikasi

Pengakuan Korban Keracunan Makanan di Pidie

Pengakuan Korban Keracunan Makanan di Pidie
PIDIE- Aura, bocah tiga tahun asal Kecamatan Padang Tiji hingga kini masih dirawat di ruang spesialis anak Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Ditiro Sigli. Dia merupakan satu dari 17 korban keracunan makanan pada acara maulid balai pengajian kecamatan setempat, Senin kemarin.

Baca : Belasan Warga Pidie Keracunan Makanan

Sampai saat ini, kondisi badan Aura masih lemas, wajahnya masih pucat dengan tangan masih berbalut perban infus.

Saat dijumpai AJNN di ruang perawatan, Selasa (15/3), Agustina, ibu korban mengaku bahwa anaknya mengalami mual-mual, dan muntah usia menyantap makanan kanduri pada acara maulid tersebut.

"Anak saya, awalnya lemas dan muntah - muntah, usai makan di tempat maulid," katanya.

Melihat kondisinya memperihatinkan, saat itu juga Astina membawa anak Aura ke Puskesmas Padang Tiji untuk mendapatkan penanganan medis. Setiba di Puskesmas, lanjutnya, sudah ada beberapa orang dirawat, kondisinya sama.

"Anak saya langsung dirujuk ke RSU Sigli," terangnya kepada AJNN sembari mengaku, kondisi anaknya semakin membaik.

Informasi yang dipeloleh AJNN di Dinas Kesehatan Pidie, 17 korban yang mengalami keracunan makanan meliputi, Dahniar (18), Herawati (27), Putri Zahara (23), Ayu Salini (17), Riani (12), Bariah (50), Yusanita (5), Aura (3,5), M. Saiful (7), Mainur (18), Hezami Yarda (4), Asfriadi (47), Afkal Hayati (47), Nabila Zikra (8), Jamaliah (20), Najwa Safira (4) dan M. Taiful (6).

Komentar

Loading...