Unduh Aplikasi

Pengadaan Pullet dan Pakan UPTD BTNR Juga Diduga Digelembungkan

Pengadaan Pullet dan Pakan UPTD BTNR Juga Diduga Digelembungkan
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Pengadaan bibit ayam ras petelur (pullet) tahun anggaran 2020 di UPTD Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Saree dan Blang Bintang, Aceh Besar, dibawah Dinas Peternakan Aceh juga terindikasi terjadi penggelembungan harga.

Analisis harga yang digunakan sebagai informasi pembanding ada tidaknya indikasi kemahalan harga dalam penetapan harga satuan yaitu penetapan harga satuan pengadaan barang dan jasa Pemerintah Aceh uang diatur dalam Surat Keputusan Gubernur.

Dalam hal ini sebagai informasi dan data pembanding, tim Litbang Ajnn merujuk pada Keputusan Gubernur Aceh nomor 028/994/2017 tentang Penetapan Harga Barang dan Jasa.

Baca: Pengadaan Pakan 'Sapi Kurus' Disnak Aceh, Bancakan?

Diktum kedua keputusan tersebut disebutkan dengan tegas bahwa standar harga barang dan jasa pada keputusan tersebut merupakan harga tertinggi yang sudah memperhitungkan faktor inflasi, keuntungan dan pajak (PPN).

Dasar pembanding lainnya yang digunakan adalah harga satuan berdasarkan nilai kontrak pengadaan jenis barang yang sama pada tahun anggaran 2018 untuk pullet dan harga satuan berdasarkan nilai kontrak tahun anggaran 2018 dan 2019 untuk pakan jenis layer dan grower.

Dokumen AJNN

Bahkan Informasi lain yang turut dihitung termasuk tingkat inflasi Provinsi Aceh tahun 2018 sebesar 1,84 persen dan tahun 2019 sebesar 1,69 persen.

Penelusuran AJNN di laman SiRUP LKPP, di 2020 terdapat dua kegiatan pengadaan pullet di UPTD BTNR. Volume pekerjaan pengadaan pullet yang pertama sebanyak 100.000 ekor dengan pagu anggaran Rp 9,28 miliar. Sehingga harga satuannya Rp 92.840 per ekor.

Baca: Anggaran UPTD Ayam Petelur Rp 26,8 Miliar, Konstribusi PAA Hanya Rp 3,7 Miliar

Sementara, harga yang ditetapkan pemerintah dalam keputusan Gubernur Aceh paling tinggi sebesar Rp 84.443, sehingga pada pekerjaan ini terdapat selisih harga Rp 8.397. Hal ini menyebabkan indikasi terjadi pemahaman harga sebesar Rp 893 juta.

Demikian pula dengan kegiatan pengadaan pullet sebanyak 20.000 ekor, dengan pagu Rp 1,8 miliar. Sehingga harga satuan per ekornya juga sebesar Rp 92.840. Dengan demikian terjadi kemahalan sebesar Rp 8.397 per ekornya. Dari paket ini Indikasi pemahalan harganya sebesar Rp 167 juta.

Sehingga dari dua paket pengadaan pullet ini terjadi indikasi pemahalan harga sedikitnya Rp 1 miliar.

Berbeda dengan 2018, pengadaan pullet di UPTD BTNR jauh dibawah harga yang ditetapkan dalam SK Gubernur tentang standar harga barang dan jasa. Pengadaan 60.000 pullet dari dua paket pekerjaan dengan total pagu Rp 3,7 miliar, dimana harga satuannya masing-masing Rp 63.041 dan Rp 61.750 per ekor.

Baca: Berbentuk BLUD, Pengadaan Tali Rafia UPTD BTNR Masih Netek di DPA Disnak

Dengan harga satuan yang ditetapkan dalam DPA Disnak Aceh pada 2020 Rp 92.840, ini artinya terjadi kenaikan harga sebesar 47,3 persen dari harga satuan berdasarkan nilai kontrak.

Sementara, standar harga yang ditetapkan dalam SK Gubernur sebesar Rp 84.443 per ekor. Dengan demikian, pengadaan pullet di kedua UPTD BTNR di 2018, jauh dibawah harga yang ditetapkan dan mengedepankan azas efisiensi anggaran.

Tidak saja pullet, Indikasi penggelembungan harga juga terjadi pada pengadaan pakan ternak ayam petelur di UPTD BTNR tahun anggaran 2020. Total anggaran yang dialokasi untuk pengadaan pakan sebesar Rp 22,9 miliar dari empat paket pengadaan.

Pengadaan pakan ayam petelur yang ditetapkan pemerintah dalam keputusan tersebut sebesar Rp 9.007 per kilogramnnya. Dari keempat paket kegiatan itu, harga satuan yang ditetapkan Disnak Aceh sebesar Rp 10.476 sehingga terjadi kemahalan harga pakan sebesar Rp 1.469 per kilogram.

Baca: GeRAK Desak BPK Lakukan PDTT Terhadap UPTD Ayam Petelur Disnak Aceh

Sebagai informasi pembanding lainnya harga satuan berdasarkan nilai kintrak pengadaan pakan jenis layer dan grower per kilogram pada tahun 2018 sebesar Rp 7.500, sedangkan pada tahun 2019 sebesar Rp 7.800. Dimana tingkat inflasi di provinsi Aceh pada tahun 2018 sebesar 1,84 persen dan tahun 2019 sebesar 1,69 persen.

Pengadaan pakan tersebut terdiri dari pekerjaan pengadaan layer UPTD BTNR dengan pagu Rp 13,1 miliar sebanyak 1.258.000 kilogram. Hal ini menyebabkan indikasi kemahalan harga sebesar Rp 1,8 miliar.

DokumenAJNN

Kemudian, pengadaan pakan layer pada UPTD BTNR dengan pagu Rp 838 juta sebanyak 80.000 kilogram. Dari paket pengadaan ini indikasi kemahalan harga sebesar Rp 117 juta.

Lalu, pengadaan pakan grower pada UPTD BTNR dengan pagu Rp 7,3 miliar sebanyak 700.000 kilogram. Terdapat indikasi kemahalan harga sebesar Rp 1 miliar.

Setali tiga uang dengan pengadaan grower pada UPTD BTNR dengan pagu Rp 1,57 miliar sebanyak 150.000 kilogram dengan indikasi kemahalan harga sebesar Rp 220 juta.

Dari keempat paket pengadaan pakan jenis layer dan grower ini, diduga terjadi kemahalan harga paling sedikit sebesar Rp 3,2 miliar.

Atas uraian di atas, terdapat indikasi kemahalan harga untuk pengadaan pullet, layer dan grower yang berpotensi merugikan keuangan negara sedikitnya  sebesar Rp 4,2 miliar.

Komentar

Loading...