Unduh Aplikasi

Pengadaan printer Simkah Kankemenag Abdya sarat dengan masalah

ACEH BARAT DAYA - Pengadaan Printer Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) yang menalan anggaran biaya senilai 86.400.000 rupiah. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 yang diduga sarat permainan yang dilakukan sejumlah oknum di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Sesuai dengan surat perintah kerja (SPK), nomor Kd.01.15/Ks.01.3/1743.a/2013, tanggal 30 September 2013, paket pekerjaan pengadaan belanja modal peralatan dan mesin printer untuk Program Simkah yang menelan anggaran 86.400.000 rupiah sumber APBN, dilungkup Kankemenag Abdya itu, telah selesai di laksanakan pada tahun 2013 lalu, bahkan, telah didistribusikan ke sembilan Kantor UrusanAgama (KUA) dalam Kabupaten setempat, ironisnya lagi, diduga 9 unit Printer merek Epson tersebut, ternyata ada yang tidak bisa digunakan dan merupakan barang bekas.

“Saat ini printer Simkah di salah satu KUA tersebut, belum bisa digunakan, karena masih dalam kondisi rusak, kemungkinan itu adalah barang bekas,” ungkap sumber yang tak mau namanya disebutkan kepada Wartawan, Selasa (19/8) ketika mengunjungi Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Abdya.

Menanggapi hal itu, Kepala Kankemenag Abdya Drs H Arijal diruang kerjanya, mengatakan, anggaran untuk pengadaan Printer Simkah itu diperkirakan sekitar 90 juta rupiah, sumber dari APBN, yang dikelola langsung oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kankamenag Abdya, sebanyak 9 unit.

“Memang ada yang rusak satu unit, dan akan segera kita perbaiki, perlu dikatahui, untuk mengoperasikan printer Simkah tidak sama dengan printer biasa, karena harus menggunakan sistem online, maka dari itu, pegawai di KUA tidak mampu menggunakannya, karena sampai sekarang kita belum memiliki internet dimasing-masing KUA, tapi secara manual bisa,” ujarnya yang dihungi para jurnalis Abdya.

Arijal yang juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam pengadaan tersebut. menjelaskannya, bahwa bila ada pengadaan dengan nilai dibawah 100 juta, boleh dibeli langsung oleh pejabat pengadaan. Hal itu sesuai dengan peraturan presiden nomor 70, tentang pengadaan barang dan jasa. “Saat ini, KUA yang belum mengambil alat Simkah, yaitu KUA Lembah Sabil dan Manggeng. Nanti kita akan serahkan secara langsung, kemudian kita juga akan mengupayakan untuk melatih teknisi yang mengoperasikan alat tersebut,” tuturnya.

Selain menjelaskan Simkah, Arijal juga memberitahukan tentang Perturan Pemerintah nomor 48, tentang biaya pencatatan nikah rujuk, masyarakat yang menikah di KUA biaya pencatatannya nol rupiah, sedangkan menikah diluar kantor atau diluar jam kerja, dikenakan biaya transfortasi dan biaya keahlian penghulu sebesar 600 ribu rupiah.

 

RAHMAT
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...