Unduh Aplikasi

Pengadaan Alat Transformator RSUD Teugku Peukan Abdya Diduga Bermasalah

Pengadaan Alat Transformator RSUD Teugku Peukan Abdya Diduga Bermasalah
Alat yang diduga bermasalah, Foto : Julida Fisma
BLANGPIDIE - Pengadaan satu unit alat transformator 630 Kva di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diduga bermasalah. Pasalnya, harga pembelian lebih mahal dari harga standar pasar setempat.

Berdasarkan data dan informasi yang di peroleh AJNN, Sabtu (3/10) pengadaan alat transformator tersebut di kerjakan oleh CV BG dengan nomor kontrak 44/64/SPK/IV/2014 pada April 2014, dari belanja tidak terduga yang bersumber dari APBK Abdya 2014. Namun, tidak tercantum nilai total anggaran secara keseluruh pada pengadaan itu.

Sebelum alat tersebut digunakan penetapan harga telah disurvey oleh pejabat pengadaan pada dua perusaan yaitu pada CV BG dengan nilai 1 unit senilai Rp 149.900.000,00 dan CV BK dengan Nilai Rp 150.000.000,00. Pihak pejabat pengadaan mengambil alat tersebut pada CV BG yang dinilai nominalnya tidak terlalu tinggi.

Setelah alat itu digunakan, diketahui pengadaan alat tersebut terindikasi bermasalah lantaran harga yang ditetapkan tersebut terdapat kemahalan, sebab pejabat pengadaan tidak melaukan survey pada pabrik/ distributor tunggal melainkan kepada calon penyedia barang dan jasa.

Dalam data itu juga disebutkan, jika disurvey dilakukan pada perusahaan resmi untuk 1 unit alat transformotor 630 atau trafo Gardu Listrik harganya senilai Rp 123.000,000,00 termasuk PPN 10 persen.

Disebutkan, harga wajar per unti Rp 141.450.000.00 sudah termasuk keuntungan dan biaya overhead sebanyak 15 persen dengan nilai Rp 18.450.000,00. Artinya HPS satu unit transformator 630 KvA ditetapkan Rp 150.000.00 dan harga kontrak senilai Rp. 149.800.000,00 sehingga terdapat indikasi kemahalan harga dari nilai kontrak senilai Rp 8.350.000,00 (Rp. 149.800.000,00-141.450.000.00).

Direktur RSUD Teungku Peukan Abdya, Darusman saat di temui diruang kerjanya menjelaskan, dirinya tidak mengetahui tentang adanya pengadaan alat transformator dimaksud.

”Saya tidak tau masalah itu, sebab saat itu bukan saya yang menjabat, tanyakan saja ke PPKnya,” jawabnya singkat.

‪Mungkin saja Darusman tidak mengetahui tentang persoalan tersebut, lantas, jika dugaan itu benar siapa yang akan bertangung jawab. Biar waktu yang menjawab.

|JULIDA FISMA|

Komentar

Loading...